Jakarta,REDAKSI17.COM — Pilot jet tempur Iran yang hilang saat mau menggempur pangkalan Amerika Serikat di Qatar menjadi sorotan berita internasional pada Minggu (2/7).
Proses hukum pilot Malaysia Airlines yang kedapatan membawa ekstasi ke Indonesia juga menjadi sorotan. Berikut kilas berita internasional selama akhir pekan:
3 Pilot Jet Iran Hilang saat Operasi Gempur Pangkalan AS di Qatar
Sebanyak tiga pilot jet tempur Iran hilang saat menjalankan operasi menggempur Pangkalan Udara Amerika Serikat di Qatar.
Juru bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, mengatakan bahwa Teheran masih menyelidiki kasus tiga pilot Angkatan Udara yang hilang selama operasi menggempur pangkalan militer AS di Qatar.
Pihak Qatar sejauh ini menyatakan tidak mengetahui keberadaan para pilot Iran tersebut.
Media Malaysia Soroti Penangkapan Pilot Pembawa 70 Ribu Ekstasi di RI
Media Malaysia ramai menyoroti penangkapan seorang pilot Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman (MSO), oleh aparat Indonesia atas dugaan penyelundupan narkotika di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Kantor berita Malaysia, Bernama, ikut menyoroti peristiwa penangkapan pilot MSO. MSO diduga berupaya menyelundupkan sekitar 70.114 butir ekstasi seberat sekitar 25,15 kilogram serta empat gram sabu. Nilai barang bukti itu diperkirakan mencapai Rp60 miliar.
“Pilot asal Malaysia ditahan di Jakarta atas dugaan penyelundupan narkotika,” tulis salah satu headline Bernama.
Putra Mahkota Saudi dan Trump Bahas Upaya Redakan Konflik Timur Tengah
Mohammed bin Salman dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar pembicaraan melalui sambungan telepon untuk membahas langkah meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Percakapan itu berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap potensi eskalasi konflik antara AS, Israel, dan Iran.
Kantor berita resmi Arab Saudi, SPA, pada Minggu (2/8), melaporkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman menekankan pentingnya mengedepankan dialog sebagai jalan utama meredakan ketegangan di kawasan.
“Yang Mulia menegaskan perlunya memprioritaskan dialog untuk mengurangi ketegangan serta mengerahkan seluruh upaya guna mewujudkan gencatan senjata yang dapat membuka jalan bagi solusi diplomatik,” demikian pernyataan SPA dikutip dari AFP.





