
UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran lahan terutama di musim kemarau. Mengingat kejadian kebakaran lahan di Kota Yogyakarta cenderung meningkat selama musim kemarau ini. Pemkot Yogyakarta mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah untuk mencegah kebakaran lahan terjadi kembali.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta, Taokhid menyebut dari awal tahun hingga akhir Juli 2026 tercatat ada 42 kejadian kebakaran di Kota Yogyakarta, di mana 5 kasus di antaranya merupakan kebakaran lahan. Pada awal Agustus ada tambahan 2 kejadian kebakaran lahan di waktu hampir bersamaan pada Minggu (2/8/2026).
“Ternyata pada musim kemarau cuaca panas kering ini ada indikasi peningkatan kasus kebakaran yang berkaitan dengan lahan. Indikasinya disebabkan karena membakar sampah tidak diawasi, yang kemudian merembet,” kata Taokhid saat dikonfirmasi, Senin (3/8/2026).
Kebakaran lahan kemarin tepatnya terjadi Muja Muju, Kemantren Umbulharjo pada area lahan seluas 32 meter persegi. Tak kurang dari 1 jam, kejadian kebakaran lahan seluas sekitar 56 meter persegi di area asrama di Pringgokusuman Kemantren Gedongtengen. Dua kejadian kebakaran lahan itu dapat dipadamkan petugas Damkarmat Kota Yogyakarta bersama personel Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR) dan partisipasi masyarakat sekitar.
Taokhid menyatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian 2 tersebut, hanya tanaman dan lahan yang terbakar. Meski demikian maraknya kebakaran lahan dalam kurun waktu yang singkat, menjadi peringatan serius bagi seluruh masyarakat karena bisa berdampak meluas ke permukiman masyarakat.
“Satu kejadian kebakaran lahan di lingkungan asrama. Tapi yang lain itu kebakaran lahan-lahan kosong. Pemilik tidak di tempat. Di kota kadang, lahan-lahan kosong tidak terurus, banyak tanaman liar, rumput liar tidak ada yang mengurus,” terangnya.
Menurutnya kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk membuang sampah sembarangan. Rumput liar yang mengering di lahan tersebut sering kali dibakar oleh warga dengan dalih ingin membersihkan area secara praktis. Pembakaran sampah tidak diawasi, kena angin, merembet ke rumpun bambu jadi membesar.
“Cuaca yang panas kering ditambah angin ketika ada api, ada bara saja bisa cepat sekali kemudian timbul kerawanan kebakaran di lahan yang banyak rumput dan tanaman kering. Maka antisipasinya kami harap masyarakat tidak membakar sampah,” tambah Taokhid.
Dia menyampaikan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta terus melakukan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat agar tidak membakar sampah atau apapun di lahan agar tidak memicu kebakaran lahan. Termasuk melibatkan Satgas REDKAR di masing-masing kelurahan untum mengkomunikasikan melalui tokoh-tokoh masyarakat atau langsung ke masyarakat, mengingatkan tidak membakar sampah. Pihaknya mengajak masyarakat mengelola sampah dengan Gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS) yang digulirkan Pemkot Yogyakarta.
“Jangan sampai kemudian melakukan pembakaran sampah di lahan lingkungan pemukiman. Di samping mengganggu lingkungan, juga berpotensi menimbulkan kerawanan kejadian kebakaran. Jangan sampai kemudian merembet ke bangunan dan menimbulkan dampak kerugian yang lebih besar,” tegasnya.



