Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi memulai perjalanan akademiknya sebagai bagian dari masyarakat DIY. Momen ini ditandai dengan penyerahan simbolis mahasiswa baru oleh Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D kepada Wagub DIY KGPAA Paku Alam X dalam Pembukaan Pengembangan Inisiatif dan Orientasi Mahasiswa Baru (PIONIR) Gadjah Mada 2026, Senin (03/08) di Lapangan Pancasila, GSP UGM, Sleman.
Sri Paduka menyebut, sejak hari pertama berada di Yogyakarta, mahasiswa baru bukan hanya menjadi bagian dari sivitas akademika UGM. Namun, juga menjadi bagian dari masyarakat Yogyakarta yang memiliki kehidupan sosial dan budaya yang kaya.
“Mulai hari ini, mahasiswa-mahasiswi ini bukan hanya menjadi bagian dari Universitas Gadjah Mada, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat Yogyakarta,” ujar Sri Paduka.
Sri Paduka mengajak mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan sebagai kesempatan untuk tidak hanya mengembangkan kapasitas akademik aja. Tetapi, juga membangun karakter, memperluas cara pandang, dan menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan masyarakat. Menurutnya, PIONIR menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenal kehidupan kampus, membangun persahabatan, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap almamater.
Kebanggaan tersebut harus diwujudkan melalui kesungguhan belajar, keberanian bertanya, kedisiplinan berpikir, serta kesediaan bekerja demi kepentingan yang lebih luas. UGM yang dibangun dengan semangat kerakyatan dan kebangsaan, menurutnya, membutuhkan generasi muda yang progresif, inovatif, optimistis, nasionalis, memiliki inisiatif, dan berpikir rasional.
“Ilmu yang diperoleh hendaknya tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjelma menjadi kebermanfaatan bagi masyarakat,” tegas Sri Paduka.
Selain mengembangkan kemampuan akademik, mahasiswa juga didorong membaur dengan kehidupan masyarakat Yogyakarta. Berinteraksi dengan lingkungan sekitar, mengenal bahasa, tradisi, kesenian, hingga tata krama menjadi bagian dari proses belajar yang akan memperkaya wawasan sekaligus membentuk kepekaan sosial.
“Berbaurlah dengan lingkungan sekitar. Belajarlah mengenal bahasa, tradisi, kesenian, tata krama, serta kehidupan masyarakat Yogyakarta. Kebudayaan mengajarkan bahwa kecerdasan perlu berjalan bersama kepekaan. Ajining diri ana ing lathi, martabat seseorang tercermin dari tutur kata, sikap, dan caranya menghormati sesama,” pesan Sri Paduka.
Sementara itu, Ova Emilia mengatakan keberhasilan menjadi mahasiswa UGM merupakan buah dari perjuangan panjang yang ditempuh melalui kerja keras, ketekunan, doa, serta dukungan keluarga. Hal ini menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar sebagai insan akademik.
“Diterima menjadi mahasiswa UGM adalah langkah awal untuk memasuki dunia yang menempa untuk menjadi pribadi yang memiliki kapasitas dan daya saing di tingkat nasional maupun global, yang tidak hanya cakap dalam pengetahuan, tetapi juga berkarakter dan berharga pribadi yang unggul,” ujar Ova.
Mengusung tema “Merajut Jati Diri Gadjah Mada Muda Berdikari Membangun Bangsa”, Ova mengatakan PIONIR menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal jati diri UGM sekaligus menumbuhkan keberanian menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menggunakan ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan pembangunan.
Menurutnya, mahasiswa baru perlu menyadari bahwa mereka merupakan bagian dari generasi yang akan menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, proses belajar di perguruan tinggi tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas akademik, tetapi juga membentuk karakter, kemampuan beradaptasi, berkolaborasi, serta keberanian untuk terus berinovasi.
Ova juga mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan masa perkuliahan sebagai proses pendewasaan diri. Ia berharap seluruh mahasiswa baru terus belajar, mengembangkan kompetensi, memperkuat semangat kolaborasi, serta menjaga kemampuan beradaptasi dan berkreasi di tengah perubahan yang terus berlangsung.
Pada tahun akademik 2026/2027, UGM menerima 11.099 mahasiswa baru yang terdiri atas 9.164 mahasiswa program sarjana dan 1.945 mahasiswa program sarjana terapan. Mahasiswa tersebut berasal dari seluruh provinsi di Indonesia serta diperkuat 54 mahasiswa asing yang mengikuti program sarjana maupun program double degree, mencerminkan komitmen UGM sebagai kampus kebangsaan yang menjunjung tinggi keberagaman dan inklusivitas.
Humas Pemda DIY





