Beranda / Daerah / Friends of Yogyakarta, Mempererat Kemitraan DIY dengan Mitra Luar Negeri

Friends of Yogyakarta, Mempererat Kemitraan DIY dengan Mitra Luar Negeri

Yogyakarta,REDAKSI17.COM– Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY kembali menyelenggarakan program Friends of Yogyakarta. Memasuki penyelenggaraan tahun 2026, program diplomasi budaya ini resmi dibuka di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (03/08) malam, menjadi upaya Pemda DIY untuk mempererat hubungan sekaligus memperkuat jejaring kerja sama dengan para mitra luar negeri.

Program yang berlangsung pada 3–8 Agustus 2026 ini diikuti oleh 12 peserta yang merupakan perwakilan mitra kerja sama luar negeri Pemda DIY serta mitra perguruan tinggi di DIY. Selama enam hari penyelenggaraan, para peserta akan diajak mengenal Yogyakarta secara lebih dekat melalui beragam pengalaman budaya dan akademik.

Membacakan sambutan Gubernur DIY, Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Anna Rina Herbranti mengungkapkan, Friends of Yogyakarta merupakan kelanjutan dari benih-benih persahabatan yang selama ini telah terjalin antara DIY dan para mitra luar negeri. Melalui program ini, hubungan tersebut dihadirkan dalam sebuah perjumpaan yang nyata, sekaligus menjadi ruang untuk mempererat persahabatan melalui pengalaman langsung di Yogyakarta.

Semangat tersebut selaras dengan falsafah Jawa Hamemayu Hayuning Bawana, ikhtiar untuk menjaga, merawat, dan memperindah kehidupan. Nilai tersebut juga menjadi landasan bagi DIY dalam memelihara hubungan baik dan membangun kemitraan yang berkelanjutan dengan para mitra dari berbagai negara.

Lebih lanjut, Anna berharap, melalui rangkaian pengalaman dan perjalanan budaya selama berada di Yogyakarta, para peserta diharapkan dapat membawa pulang kesan yang mendalam sekaligus menjadi duta persahabatan yang menceritakan keistimewaan Yogyakarta kepada dunia. Bahwa terdapat daerah yang menyambut mereka bukan sebagai kaum asing, melainkan sebagai sesama yang telah lama dinanti, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Ceritakanlah bahwa saudara pernah disambut di sini, bukan sebagai orang asing, melainkan sebagai sahabat. Sebab bagi kami, persahabatan yang sesungguhnya bukan diukur dari berapa lama saudara tinggal di sini, melainkan dari seberapa jauh cerita tentang kota ini akan saudara bawa, dan seberapa banyak orang yang telah turut mengenalnya lewat cerita saudara,” tutur Anna.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY, Ghofar Ismail menceritakan kisah digelarnya Friends Of Yogyakarta untuk pertama kalinya pada 2024 lalu. Sambutan dan antusiasme yang tinggi dari mitra kerja sama menjadi alasan utama digelarnya kembali acara ini.

“Berkat capaian tersebut Pemda DIY memutuskan untuk melanjutkan program Friends of Yogyakarta Sebagai kegiatan dwi tahunan. Dan pada penyelenggaraan tahun 2026 ini kita kembali mempertemukan sahabat-sahabat kita dari berbagai belahan dunia di Yogyakarta tercinta,” jelas Ghofar.

Ghofar menambahkan, 12 peserta yang mengikuti Friends Of Yogyakarta 2026 berasal dari berbagai negara, di antaranya Jepang, Korea Selatan, Republik Rakyat Tiongkok, dan Australia. Selama enam hari penyelenggaraan, para peserta akan diajak mengenal berbagai keistimewaan Yogyakarta, mulai dari sektor pariwisata, pendidikan, hingga ekonomi kreatif.

Beragam kegiatan telah disiapkan untuk memberikan pengalaman langsung kepada para peserta, di antaranya menjadi abdi dalem di Keraton Yogyakarta dan Pura Pakualaman, mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia, seminar ekonomi kreatif, menelusuri Sumbu Filosofi Yogyakarta, mengunjungi pameran seni, serta menyaksikan langsung keindahan Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Selain itu, para peserta juga akan mengunjungi sentra industri kulit, kerajinan perak, dan sentra produksi bakpia sebagai bagian dari pengenalan terhadap industri kreatif serta produk unggulan khas Yogyakarta.

“Melalui rangkaian kegiatan tersebut kami berharap akan terbangun hubungan yang baik. Suasana kebersamaan serta ada good memory yang bisa ditumbuhkan kepada para peserta semuanya yang ini akan menjadi pupuk untuk kolaborasi ke depan di Yogyakarta dan juga provinsi masing-masing dari tempat asal para peserta,” tegas Ghofar.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *