Jakarta,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto berjanji akan menyiapkan insentif ratusan miliar untuk kota terbersih di Indonesia sebagai upaya menangani masalah sampah di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan saat ini dirinya bersama Kementerian teknis lainnya tengah merancang program tersebut. Airlangga mengatakan pemerintah akan mengintegrasikan progam pemberian insentif ini dengan kompetisi kebersihan yang selama ini rutin digelar pemerintah setiap tahun.
“Kita sedang siapkan, ini kan kita sebetulnya ada beberapa, termasuk Adipura, kita sedang integrasikan, dan nanti kita bahas dengan Menteri Keuangan, agar diberikan insentif Rp 20 miliar dan Rp 10 miliar, agar kota-kota itu menjadi bersih dan nyaman,” ujar Airlangga di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026).
Sebelumnya, Prabowo bilang pemerintah akan mengadakan lomba kebersihan untuk setiap kota. Bagi kota yang mendapatkan peringkat 10 besar akan diberikan insentif. Total insentifnya mencapai Rp 150 miliar bagi 10 kota terbersih di Indonesia.
Dia merinci, idenya lima kota terbersih masing-masing akan menerima insentif sebesar Rp 20 miliar. Sementara lima kota berikutnya akan mendapatkan insentif Rp 10 miliar per kota.
“Kita kasih nanti insentif. Kota terbersih kalau bisa Rp 20 miliar. Lima kota terbersih Rp 20 miliar, lima kota yang di bawahnya Rp 10 miliar dan sebagainya,” ujar Prabowo dalam acara Akad Massal 62.000 unit KPR bersubsidi yang dipantau melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (30/7/2026) yang lalu.
Menurut Prabowo, pemberian insentif berupa dana akan lebih bermanfaat dibandingkan untuk sekadar memberikan piala kepada daerah pemenang. Dengan dana yang diterima tersebut, pemerintah daerah dapat menggunakannya untuk pengadaan truk sampah, ekskavator, maupun peralatan pendukung lainnya.
“Lebih baik dikasih itu kan daripada kita kasih piala. Atau piala juga? Piala juga, yang mentahnya juga. Nggak, ini bener. Pasti uang itu dipakai buat hal baik. Dia bakal cari truk, ekskavator, dan sebagainya,” ujar Prabowo.
Awalnya, Prabowo meminta kepala daerah hingga aparat keamanan turun langsung mengawasi kebersihan lingkungan wilayahnya masing-masing. Minimal satu jam dalam sehari.
“Jadi keliling di depan, jadi pemimpin bersama rakyat. Lihat kalau ada rumah yang tidak dirawat, tegur yang punya, toko yang nggak mau jaga kebersihan tegur,” titah Prabowo.
Orang nomor satu di Indonesia itu juga menginstruksikan seluruh ASN di pemerintah daerah, pekerja di BUMN, hingga masyarakat untuk meluangkan waktu sekitar satu hingga dua jam setiap pagi membersihkan lingkungan masing-masing. Dengan demikian, penghargaan tidak hanya berupa pengakuan, tetapi juga dukungan anggaran bagi daerah yang berhasil menjaga kebersihan lingkungan.
“Ini saya serius, sampah adalah kehormatan bangsa. Tidak boleh bangsa Indonesia jorok. Tidak boleh ada kota di Indonesia yang jorok. Ini tantangan kita semua,” tegas Prabowo.





