Layanan Jemput Bola KIA, Dindukcapil Datangi SD di Kota Yogya

UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Program jemput bola pelayanan administrasi kependudukan ke sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta terus dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil). Pada bulan Agustus-September 2026, program tersebut difokuskan pada pelayanan Kartu Identitas Anak (KIA) di sekolah dasar (SD).
Kepala Dindukcapil Kota Yogyakarta, Septi Sri Rejeki mengatakan, pelayanan jemput bola tersebut sekaligus menjadi upaya Dindukcapil meningkatkan capaian kepemilikan KIA.
Dimana target kepemilikan KIA yang ditetapkan pemerintah pusat berada di angka 60 persen. Sementara itu, capaian Kota Yogyakarta saat ini telah mencapai 89 persen.
“Ini merupakan program rutin tahunan kami dalam kegiatan jemput bola. Salah satunya di TK dan SD karena terkait dengan Kartu Identitas Anak,” jelas Septi saat diwawancarai, Rabu (23/9).
Ia menjelaskan, pada Agustus dan September 2026, Dindukcapil menyasar masing-masing 10 SD untuk pelayanan KIA. Dengan demikian, setiap bulan terdapat sekitar 10 sekolah dasar yang menjadi sasaran jemput bola.
“Untuk tahun 2026 sesuai dengan program kami, setiap bulan ada 10 sekolah dasar yang kita sasar terkait dengan jemput bola Kartu Identitas Anak,” katanya.
Pihaknya menjelaskan, anak yang lahir di rumah sakit yang telah bekerja sama dengan Dindukcapil umumnya dapat langsung memperoleh sejumlah dokumen kependudukan, termasuk akta kelahiran dan KIA. Namun, kondisi berbeda dapat terjadi pada penduduk yang datang dari luar daerah.
“Yang dari luar itu dan orang pindahan datang dari luar kota ke Kota Yogyakarta, akhirnya kita yang mengurusi. Migrasi penduduk yang masuk ke kota ini menjadi masalah yang perlu kita perhatikan,” jelasnya.
Septi menjelaskan, dalam pelaksanaannya, Dindukcapil terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak sekolah mengenai jadwal pelayanan. Petugas kemudian datang langsung ke sekolah dengan membawa peralatan yang diperlukan, termasuk perangkat untuk perekaman foto.
Siswa yang belum memiliki KIA dapat langsung dilayani pada hari pelaksanaan. Pelayanan biasanya dilakukan saat jam istirahat sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Ke depan, Dindukcapil Kota Yogyakarta juga terus mendorong pemanfaatan inovasi pelayanan “Sahabat Ramah”, yakni Sahabat Remaja dan Anak. Inovasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya dokumen kependudukan, khususnya KIA.
“Dengan memiliki Kartu Identitas Anak, semua keperluan yang berkaitan dengan data kependudukan bisa menggunakan KIA,” ujarnya.
Selain sebagai identitas anak, KIA juga memberikan manfaat tambahan melalui berbagai fasilitas yang disediakan pemerintah dan mitra. Pemegang KIA, misalnya, dapat memperoleh potongan harga di sejumlah fasilitas dan tempat usaha yang bekerja sama dengan pemerintah.
“Salah satunya adalah fasilitas di Taman Pintar serta potongan harga pembelian alat tulis di Gardena. Saat ini terdapat sekitar 30 mitra yang memberikan fasilitas bagi anak pemegang KIA,” imbuhnya.
Sementara itu, Pengadministrasi Perkantoran SD Tegalpanggung, Nur Hariyanto, menilai program jemput bola KIA ke sekolah sangat bermanfaat bagi siswa.
Menurutnya, program tersebut mempermudah siswa mendapatkan dokumen kependudukan tanpa harus mengorbankan waktu atau meninggalkan pelajaran di sekolah. Siswa cukup menyerahkan dokumen yang diperlukan melalui pihak sekolah.
“Secara umum mekanisme jemput bola sangat efektif. Melalui kerjasama antara Dindukcapil dan sekolah, membuat pelayanan KIA menjadi lebih efektif dan efisien dari sisi waktu,” ungkapnya.