Beranda / Daerah / Peringatan Hari Jadi ke-196 Gunungkidul, Pemerintah Daerah Perkuat Kesejahteraan Warga Melalui Bakti Sosial

Peringatan Hari Jadi ke-196 Gunungkidul, Pemerintah Daerah Perkuat Kesejahteraan Warga Melalui Bakti Sosial

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-196 Kabupaten Gunungkidul, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menyelenggarakan serangkaian kegiatan bakti sosial yang dipusatkan di Padukuhan Klampok, Kapanewon Purwosari, Rabu, (23/9/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong atau “Holopis Kuntul Baris” dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu agenda utama adalah peresmian Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), termasuk rumah milik Bapak Ngatno di Padukuhan Klampok yang kini telah menjadi rumah layak huni. Ketua Baznas Kabupaten Gunungkidul, Mustangid melaporkan bahwa sepanjang Januari hingga September tahun ini, sebanyak 57 rumah telah berhasil dibangun kembali, melampaui target semester sebelumnya.

“Program RTLH kini memiliki fungsi ganda. Selain menyediakan tempat tinggal yang layak, prioritas pembangunan diarahkan pada keluarga yang memiliki anak sekolah, balita, atau ibu yang baru melahirkan sebagai upaya strategis penurunan angka stunting di Gunungkidul.” ungkap Mustangid. Selain rumah, sebanyak 39 unit jamban juga telah diserahkan untuk meningkatkan sanitasi warga.

Menghadapi tantangan kekeringan, Pemkab Gunungkidul melalui Baznas dan kolaborasi dengan berbagai pihak seperti Kagama DIY dan DPD IK Undip DIY, mulai mengalihkan fokus dari sekadar penyaluran air (dropping air) menuju penyediaan sarana penampungan yang lebih permanen. Hingga saat ini, telah diserahkan 4 unit torren (tangki air) berkapasitas 5.300 liter kepada masyarakat. Secara simbolis, bantuan torren ini diserahkan kepada beberapa takmir masjid dan dukuh di wilayah setempat.

Pemerintah daerah bersama Baznas juga menunjukkan kehadirannya bagi para peternak yang tertimpa musibah. Sebanyak 27 ekor ternak (kambing/cempe) milik 13 warga dilaporkan mati akibat serangan binatang buas. Sebagai bentuk “tanda tresno” atau tali asih, Pemkab memberikan kompensasi uang tunai dengan total sekitar Rp13 juta untuk meringankan beban ekonomi para korban. Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih yang hadir langsung mengingatkan agar para peternak lebih waspada dan menjaga ternaknya dengan lebih baik, terutama saat musim kemarau.

Selain itu, sebanyak 40 paket sembako disalurkan kepada kelompok masyarakat rentan, yang diwakili oleh 10 penerima manfaat dari kategori lansia, penyandang disabilitas, anak yatim piatu, serta marbot masjid di sekitar Dusun Kelampok.

Bupati Gunungkidul dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan hari jadi ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk merasakan langsung kebahagiaan masyarakat melalui bantuan nyata. Ia mengapresiasi kolaborasi lintas OPD (Organisasi Perangkat Daerah), Baznas, TNI, Polri, serta ikatan alumni universitas yang telah bahu-membahu mensukseskan acara ini.

“Setitik air dan setiap paket bantuan yang kita salurkan hari ini adalah bukti bahwa warga Gunungkidul tidak pernah berjalan sendirian,” tegas Bupati di akhir sambutannya. Melalui sinergi ini, diharapkan target pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan di Kabupaten Gunungkidul dapat segera tercapai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *