Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Peringatan Hari Perhubungan Nasional di Kota Yogyakarta menjadi momentum pengingat sekaligus tanggung jawab bagi Pemerintah Kota Yogyakarta untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan perhubungan. Selain itu juga apresiasi kepada berbagai pihak yang ikut mendukung keselamatan, ketertiban, dan peningkatan pelayanan transportasi.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan sebagai inspektur upacara pada acara Upacara Hari Perhubungan Nasional di Lapangan Balai Kota Yogyakarta, Rabu (23/9).
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah penghargaan diserahkan kepada para penerima yang dinilai berkontribusi dalam mendukung sektor perhubungan di Kota Yogyakarta. Mulai dari pelajar yang aktif memahami keselamatan lalu lintas, juru parkir yang mendorong transaksi digital, hingga kinerja layanan pengujian kendaraan bermotor.

Salah satu penghargaan diberikan melalui Lomba Cerdas Cermat Keselamatan dan Ketertiban Lalu Lintas tingkat SMP se-Kota Yogyakarta. Lomba tersebut diikuti 30 tim dan menjadi bagian dari upaya mengenalkan pemahaman keselamatan serta ketertiban berlalu lintas sejak usia sekolah.
Juara I diraih SMP Budya Wacana Yogyakarta, Juara II SMP Negeri 5 Yogyakarta, dan Juara III SMP IT Abu Bakar Yogyakarta. Sementara Juara Harapan I diraih SMP Negeri 6 Yogyakarta dan Juara Harapan II SMP Kristen Kalam Kudus Yogyakarta.
Pada kesempatan yang sama diserahkan penghargaan dari Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta kepada Pemerintah Kota Yogyakarta berupa penghargaan Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor Terbaik ke-2 Tingkat Nasional.

Menurut Wawan, keselamatan merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan transportasi yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadi aturan administratif.
“Dalam transportasi, keselamatan adalah tanggung jawab moral yang harus menjadi prioritas. Standar penerapan keselamatan harus hidup di lapangan. Keselamatan tidak pernah boleh menjadi rutinitas administratif semata terhadap sistem yang kita bangun dan kita awasi bersama,” tegasnya.
Wawan menegaskan peringatan Hari Perhubungan Nasional tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk melakukan refleksi terhadap pelayanan perhubungan sekaligus memperkuat komitmen memberikan layanan yang aman, tertib, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Wawan menyebut berbagai penghargaan tersebut menjadi pengingat sekaligus tanggung jawab bagi Pemerintah Kota Yogyakarta untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan perhubungan.
“Momentum Hari Perhubungan juga kita pakai sebagai refleksi semua ASN yang ada di Pemerintah Kota Yogyakarta. Saya sangat berharap semua bisa dilaksanakan dengan baik, tidak hanya sekadar untuk dipajang, tapi dilaksanakan,” ujarnya.

Di sisi lain, Wawan juga menekankan pentingnya pembenahan sistem perparkiran, termasuk penanganan pungutan liar dan parkir yang tidak sesuai ketentuan.
“Kita juga harus menegur, melakukan langkah tegas untuk pungli, parkir liar yang tidak jelas. Ini sehingga apa yang diharapkan masyarakat untuk Jogja lebih baik, Jogja lebih nyaman, Jogja dan aman itu akan bisa terwujud,” kata Wawan.
Pihaknya mengungkapkan, penertiban juga akan diperkuat melalui regulasi baru untuk menata aktivitas di kawasan dalam Benteng Keraton Yogyakarta, termasuk kawasan Alun-Alun Kidul.
“Jadi kami kemarin sudah membicarakan dengan Keraton dan juga Kepolisian, kita ada bikin satu aturan untuk bagaimana di dalam Benteng Keraton, di situ juga ada Alun-Alun Kidul, yang mana selama ini ada PKL, parkir, dan lain sebagainya tidak tertata dengan rapi, kita akan coba rapikan,” ujar Wawan.
Ia menjelaskan, aturan tersebut nantinya tidak hanya mengatur perparkiran, tetapi juga penataan pelaku usaha atau UKM di kawasan tersebut. Penataan diharapkan dapat menciptakan kawasan yang lebih aman dan nyaman sekaligus memberikan kepastian mengenai biaya yang harus dibayarkan masyarakat.
“Baik itu mengenai parkir, mengenai juga UKM-nya supaya semuanya merasa aman dan nyaman. Itu yang mungkin yang paling ini, jadi aturan kita terapkan supaya nanti tidak ada lagi pungli dan juga biaya-biaya yang tidak sesuai dengan ketentuan,” katanya.

Salah satu upaya yang didorong adalah memperluas penggunaan pembayaran digital melalui QRIS. Menurutnya, penggunaan QRIS dalam transaksi parkir dapat menjadi salah satu upaya untuk membuat proses pembayaran lebih mudah sekaligus mengurangi potensi pungli. Ia pun mengajak lebih banyak juru parkir dan masyarakat memanfaatkan transaksi digital tersebut.
“Tidak hanya sedikit (yang bisa QRIS). Mari kita viralkan semua pembayaran yang ada, yang bisa menggunakan QRIS. Sehingga kita hindari, kita kurangi pungli yang ada di Kota Yogyakarta ini,” tutur Wawan.
Komitmen terhadap transaksi parkir digital tersebut turut ditunjukkan melalui pemberian penghargaan kepada juru parkir teladan dengan transaksi QRIS parkir terbanyak periode Januari hingga Agustus 2026. Penghargaan diberikan Pemkot Yogyakarta bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD DIY) Cabang Senopati.

Juara pertama diraih Yuliantono, juru parkir Jalan Menteri Supeno, juara kedua diraih Dwi Hartana, juru parkir Jalan C Simanjuntak. Sementara juara ketiga diraih Ahmad Suhardi, juru parkir Jalan Pramuka.
Yuliantono mengatakan pembayaran menggunakan QRIS membuat transaksi parkir lebih praktis. Menurutnya, kendala yang ditemui biasanya berkaitan dengan kuota internet pengguna.
“Kalau pembayarannya lebih praktis dan mudah,” ujarnya.
Sementara Dwi Hartana mengungkapkan banyak masyarakat yang belum siap. Terlebih posisi lokasi parkir yang di pinggir jalan besar sehingga terburu-buru.
“Kalau tempat saya kan pinggir jalan besar jadi banyak yang buru-buru karna jalan ramai, ya masih harus nyimpen hp,” katanya.


