Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul resmi memulai pembangunan gedung kantor baru untuk Dinas Kesehatan yang berlokasi di wilayah Siraman. Proyek strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta mengintegrasikan perkantoran dalam kawasan Kompleks Pemerintah Daerah (Pemda) Gunungkidul.

Berdasarkan data terkini per 6 Agustus 2026, kemajuan fisik pembangunan telah mencapai 3,688%. Angka ini menunjukkan deviasi positif sebesar +1,341% dari rencana awal yang sebesar 2,291%. Proyek yang dikerjakan oleh CV Praditya sebagai pemenang tender ini melibatkan sekitar 60 tenaga kerja untuk mempercepat proses pengerjaan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kabupaten Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto mengungkapkan, pembangunan gedung dua lantai ini menelan nilai kontrak sebesar 7,1 miliar rupiah yang bersumber dari anggaran tahun 2026. Gedung ini dirancang dengan panjang 36,4 meter, lebar 18 meter, dan total luas bangunan kurang lebih 1.310 m².
Struktur bangunan telah dipastikan mengikuti standar keamanan yang ketat, termasuk pertimbangan kondisi geografis Gunungkidul yang rawan bencana, “Gedung ini dirancang tahan gempa dan juga mengusung konsep ramah disabilitas guna menjamin keamanan dan kenyamanan akses bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Rakhamdian.

Pemindahan kantor Dinas Kesehatan dari lokasi lama (dekat SMPN 1 Wonosari) ke Siraman dilakukan karena gedung lama rencananya akan dialihfungsikan menjadi kantor Puskesmas Wonosari 1. Dengan menempati gedung baru yang lebih luas dan modern, diharapkan kinerja pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat lebih optimal.
Dalam diskusi di lapangan, terdapat beberapa aspek yang masih menjadi perhatian, terutama mengenai penggunaan material bangunan. Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih yang meninjau langsung di lokasi, Jumat, (7/8/2026) menekankan agar pemilihan material tidak hanya mengutamakan estetika tetapi juga kemudahan perawatan.
“Penggunaan material seperti batu paras disarankan untuk dipertimbangkan kembali agar tidak cepat kotor atau berlumut seiring waktu, mengingat citra Dinas Kesehatan yang harus identik dengan kebersihan.” pesan Bupati.
Saat ini, beberapa pekerjaan yang belum tertangani oleh anggaran tahun ini meliputi Fasad ACP (Aluminum Composite Panel), Kanopi depan, dan Landskap dan sarana pendukung area parkir.
Meskipun area parkir depan dan samping saat ini masih berupa lahan kosong, pengembangannya akan disesuaikan dengan masterplan kawasan Pemda.
Masa pelaksanaan proyek ini adalah selama 150 hari kalender, terhitung sejak 15 Juli hingga ditargetkan selesai pada 11 Desember 2026. Pihak pelaksana optimistis dapat mengejar target tersebut sebelum masuk musim penghujan yang lebih intens demi kelancaran pembangunan.


