Beranda / Daerah / Atasi Krisis Air Bersih di Kokap, Forkopimda dan Jajaran Kepala OPD, serta Paguyuban Lurah Kulon Progo Gelar Touring Baksos

Atasi Krisis Air Bersih di Kokap, Forkopimda dan Jajaran Kepala OPD, serta Paguyuban Lurah Kulon Progo Gelar Touring Baksos

Atasi Krisis Air Bersih di Kokap, Forkopimda dan Jajaran Kepala OPD, serta Paguyuban Lurah Kulon Progo Gelar Touring Baksos

KULON PROGO,REDAKSI17.COM — Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kulon Progo berkolaborasi dengan Paguyuban Lurah Kulon Progo (Saronsari) menggelar aksi sosial di tengah musim kemarau. Menggunakan sepeda motor, rombongan menggelar agenda touring bareng sekaligus menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Dusun Tirto, Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kokap, Sabtu (8/8/2026).

 

Kegiatan ini menjadi simbol sinergi dan kekompakan antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pemerintah kalurahan dalam merespons cepat keluhan masyarakat.

 

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, menyampaikan bahwa touring kebersamaan ini sengaja dirancang untuk mempererat hubungan antarinstansi sekaligus mendekatkan para pejabat dengan warga.

 

“Ini salah satu contoh kekompakan terhadap kita semuanya bahwa pejabat itu harus tidak ada sekat dan harus merakyat,” tegas Ambar di lokasi kegiatan.

 

Senada dengan hal tersebut, Ketua Paguyuban Lurah Kulon Progo (Saronsari), Suprijanto, mengaku terharu dan bangga atas terlaksananya kolaborasi ini. Menurutnya, momentum touring yang digabungkan dengan aksi bakti sosial (baksos) ini menjadi catatan sejarah baru di Kulon Progo.

 

“Ini baru pertama kali di Kabupaten Kulon Progo, kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik, lancar, tanpa ada halangan apa pun. Terima kasih kepada Forkopimda yang telah mengikutsertakan kami. Semoga kolaborasi antara Kabupaten Kulon Progo dengan para lurah bisa berjalan lancar, apik, dan langgeng,” ujar Suprijanto.

 

Bantuan air bersih yang disalurkan dalam kegiatan ini sangat dinantikan oleh warga Dusun Tirto. Kepala Dusun Tirto, Sarwandi, mengungkapkan bahwa wilayahnya hampir selalu mengalami penurunan debit air secara drastis setiap kali musim kemarau tiba. Kekeringan di wilayahnya sudah mulai terasa sejak satu bulan terakhir.

 

“Di Padukuhan Tirto ada sekitar 192 KK. Khusus pengguna Pamsimas ada sekitar 50 KK yang terdampak langsung karena debit airnya turun tipis sekali. Dari kapasitas _ground tank_ sekitar 20–22 kubik, sekarang dua hari sekali hanya bisa terisi kurang dari setengahnya atau sekitar 10.000 liter,” terang Sarwandi.

 

Sarwandi menambahkan, selama ini suplai air bergantung pada empat titik mata air (tuk) alami, bukan sumur bor. Untuk mengatasi masalah yang berulang ini, pihak dusun mengusulkan dua opsi solusi kepada pemerintah.

 

“Harapan kami ada dua solusi. Solusi jangka pendek adalah pengiriman (dropping) air secara rutin selama kemarau. Untuk jangka panjang, kami sangat berharap adanya bantuan pembuatan sumur bor dari pemerintah. Nanti airnya bisa dimasukkan ke ground tank Pamsimas agar bisa dialirkan melalui jaringan yang sudah ada,” jelasnya.

 

Menanggapi krisis air bersih tersebut, Kapolres Kulon Progo, AKBP Ridho Hidayat, menyatakan bahwa aksi dropping air ini merupakan bentuk kepedulian nyata aparat dan pemkab di tengah fenomena kemarau El Nino.

 

“Kita mencoba untuk memberikan manfaat kepada masyarakat berupa air bersih. Mudah-mudahan aksi ini memicu pihak lain untuk ikut bersama-sama mendorong dan membantu masyarakat yang membutuhkan air,” tutur Kapolres.

 

Sementara itu, Dandim 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial seperti ini dapat terus dijaga secara berkelanjutan.

 

“Harapan kami semuanya ini bisa berlanjut. Bukan kekeringannya yang berlanjut, tetapi nuansa kebersamaan dan kepedulian kita terhadap masyarakat yang semakin meningkat,” pungkas Dandim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *