Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo turut berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam penggunaan pestisida secara aman melalui Pelatihan Pestisida Terbatas yang diselenggarakan oleh Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (ALISHTER).
Kegiatan dilaksanakan pada Rabu (12/8/2026) di UPT Penyuluhan Pertanian Kabupaten Kulon Progo, Sumberan, Triharjo, Wates, dan diikuti sekitar 100 peserta. Pelatihan diselenggarakan melalui metode diskusi kelompok dengan melibatkan sejumlah instansi dan narasumber sesuai bidang keahlian masing-masing.
Pelatihan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan petani pengguna herbisida berbahan aktif paraquat diklorida. Materi diberikan dengan mengedepankan penggunaan pestisida secara tepat dan aman serta pemahaman terhadap risiko yang dapat timbul akibat penggunaan pestisida yang tidak sesuai ketentuan.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo menjadi salah satu narasumber pada sesi materi “Pencegahan Keracunan Pestisida dan Prosedur Pertolongan Darurat”. Materi ini menjadi bagian penting dalam pelatihan karena memberikan pemahaman kepada peserta mengenai upaya mencegah terjadinya keracunan serta langkah yang perlu dilakukan apabila terjadi kondisi kegawatdaruratan akibat paparan pestisida.
Materi edukasi mencakup berbagai jalur masuk pestisida ke dalam tubuh manusia, yaitu melalui kulit, mulut, dan pernapasan. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai tanda-tanda keracunan pestisida, mulai dari gejala ringan seperti pusing, iritasi kulit, rasa sakit, dan sakit kepala hingga kondisi yang lebih berat yang membutuhkan pertolongan medis segera.
Selain pencegahan, peserta dibekali pengetahuan mengenai tindakan dalam kondisi darurat. Dalam kondisi korban masih sadar, langkah awal yang ditekankan antara lain tetap tenang, melihat label produk pestisida, menghindarkan korban dari sumber kontaminasi, serta segera mencari pertolongan medis sesuai kondisi korban. Sementara apabila korban tidak sadar, prioritasnya adalah menjauhkan korban dari sumber kontaminasi, memeriksa kondisi korban, membersihkan bagian tubuh yang terkena pestisida, menempatkan korban pada posisi yang aman, dan segera mencari bantuan medis.
Peserta juga diingatkan mengenai pentingnya membaca label pestisida dan menggunakan alat pelindung diri (APD)dalam kegiatan yang berisiko menimbulkan paparan pestisida. Pencegahan dilakukan tidak hanya melalui penggunaan APD, tetapi juga melalui penerapan prosedur operasional yang aman dalam penyimpanan, penanganan, penggunaan, serta pengelolaan limbah pestisida.
Dalam agenda pelatihan, selain materi dari Dinas Kesehatan mengenai pencegahan keracunan dan pertolongan darurat, peserta juga mendapatkan materi mengenai peraturan, pemahaman label, penyimpanan dan penanganan limbah pestisida dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo. Sementara ALISHTER memberikan materi mengenai teori pemeliharaan, kalibrasi sprayer, penyemprotan yang aman dan efektif, serta dilanjutkan dengan praktik kalibrasi.
Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta semakin memahami bahwa penggunaan pestisida membutuhkan pengetahuan dan kehati-hatian. Penggunaan yang tepat, pemakaian APD, pemahaman terhadap label, serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat merupakan bagian penting dalam melindungi kesehatan petani dan lingkungan sekitar.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo terus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam upaya meningkatkan keselamatan dan kesehatan masyarakat, termasuk melalui edukasi pencegahan keracunan pestisida bagi masyarakat yang memiliki risiko paparan dalam aktivitas pertanian.





