Festival Sastra Yogya 2026 Usung Tema Laku, Jadi Ruang Kolaborasi Literasi Nusantara

Umbulharjo,REDAKSI17.COM-Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta kembali menggelar Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026. Tahun ini, festival yang telah menjadi agenda kebudayaan tahunan tersebut mengusung tema “LAKU”.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti mengatakan FSY merupakan ruang apresiasi, pengembangan, dan pertemuan berbagai elemen yang bergerak dalam dunia kesastraan.

“Mulai dari penulis, sastrawan, akademisi, penerbit, komunitas, pelaku budaya, hingga masyarakat pembaca, seluruhnya dipertemukan dalam satu wadah yang tidak hanya berorientasi pada pertunjukan, tetapi juga penguatan ekosistem sastra secara menyeluruh,” katanya saat temu media di Taman Budaya Embung Giwangan, Rabu (19/8/2026).

Yetti mengatakan tema “LAKU” dimaknai sebagai perjalanan sekaligus praktik. Menulis, membaca, mengkaji, mengkritik, mengajarkan, menerbitkan, hingga mendistribusikan buku merupakan bagian dari laku sastra yang berlangsung secara berkelanjutan.

 

Tema tersebut, lanjutnya, dinilai sangat relevan dengan posisi Jogja sebagai kota pendidikan, kota budaya, sekaligus salah satu pusat pertumbuhan sastra Indonesia dan sastra Jawa.

 

“Melalui tema ini, kami ingin memperluas cara pandang masyarakat terhadap sastra, dari sekadar karya menuju ekosistem dan praktik kesastraan yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” ungkapnya.

 

Kehadiran festival ini diharapkan mampu memperkuat peran Kota Yogyakarta sebagai ruang tumbuh berbagai gagasan, karya, dan tradisi sastra yang terus berkembang mengikuti dinamika zaman.

 

Gelaran ini akan berlangsung selama delapan hari, mulai 23 hingga 30 Agustus 2026 di Taman Budaya Embung Giwangan Yogyakarta. Sebagian besar kegiatan dipusatkan di kawasan Grha Budaya dan berbagai ruang pertunjukan yang ada di kompleks tersebut.

Beragam program menarik seperti pasar sastra, pameran, diskusi, dan kegiatan literasi lainnya akan berlangsung setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB sehingga dapat diakses secara luas oleh masyarakat.

Temu media di Taman Budaya Embung Giwangan

Yetti mejelaskan salah satu program utama yang menjadi daya tarik dalam gelaran ini adalah Pasar Buku Sastra. Program ini menjadi ruang pertemuan antara penerbit, penulis, komunitas, dan pembaca.

“Melalui kolaborasi dengan IKAPI DIY, masyarakat dapat menemukan ribuan judul buku dari berbagai penerbit dengan harga khusus selama festival berlangsung,” jelasnya.

Sementara itu, panggung penutupan akan berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 19.30 WIB di Amphitheatre Taman Budaya Embung Giwangan.

Salah satu agenda utama pada malam penutupan adalah Malam Anugerah Sayembara Puisi Nasional FSY 2026. Sayembara ini terbuka bagi penulis dari seluruh Indonesia dengan total hadiah sebesar Rp5 juta. Hingga 19 Agustus 2026, panitia mencatat sekitar 2.500 karya puisi telah masuk dan jumlah tersebut masih terus bertambah.

Malam penutupan juga akan semakin semarak dengan kehadiran dua nama besar, yakni Dee Lestari dan Kiai Kanjeng, yang akan tampil sebagai bagian dari perayaan puncak festival setelah sepekan penuh berbagai program sastra digelar.

Untuk mengembangkan konsep dan program festival, FSY 2026 menggandeng tiga kurator, yakni Paksi Raras Alit, Ramayda Akmal, dan Fairuzul Mumtaz. Ketiganya dipilih karena memiliki pengalaman dan latar belakang yang kuat dalam dunia sastra dan kebudayaan.

Kehadiran para kurator ini bertujuan agar festival tidak hanya menjadi rangkaian kegiatan seremonial, tetapi memiliki arah, gagasan, dan relevansi yang jelas terhadap perkembangan sastra saat ini.