
Umbulharjo,REDAKSI17.COM — Pengurus Karang Taruna Kota Yogyakarta periode 2026-2031 resmi dikukuhkan di Graha Pandawa Balai Kota Yogyakarta, Minggu (6/9/2026). Pengukuhan dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori.
Kepengurusan baru dipimpin Yuliantono sebagai Ketua Karang Taruna Kota Yogyakarta, dengan 53 pengurus yang merupakan perwakilan dari 14 kemantren di Kota Yogyakarta.
Yuliantono mengatakan, kepengurusan periode ini membawa semangat menjadikan Karang Taruna sebagai organisasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Untuk itu, pihaknya akan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, perangkat daerah, organisasi kepemudaan, dan masyarakat.
“Kami ingin selanjutnya Karang Taruna dapat berdampak nyata bagi Kota Yogyakarta,” ujarnya.
Sejumlah langkah telah dilakukan sebelum pengukuhan, di antaranya membangun komunikasi dengan perangkat daerah yang ada di Kota Yogyakarta. Pihaknya juga akan memperkuat kelembagaan di 14 kemantren dan 45 kelurahan. Yuliantono menilai penguatan di tingkat wilayah penting agar program kepemudaan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Yuliantono juga berharap dukungan anggaran bagi Karang Taruna di tingkat kemantren dan kelurahan agar kegiatan kepemudaan dapat berjalan lebih optimal.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita merangkul para pemuda di 45 Kelurahan dan 14 Kemantren yang ada,” katanya.
Dalam rapat kerja, Karang Taruna Kota Yogyakarta akan membahas program enam bidang, yakni organisasi, kaderisasi dan keanggotaan; kesehatan dan sosial; kerelawanan dan lingkungan hidup; media; pemuda, olahraga, UMKM dan pariwisata; serta seni budaya dan keistimewaan.
Yuliantono menegaskan, seluruh program tersebut diarahkan untuk memberikan kontribusi terbaik bagi Kota Yogyakarta.
“Kami lahir di Yogyakarta, kami hidup di Yogyakarta, kami bertumbuh di Yogyakarta, maka kami akan lakukan yang terbaik untuk Kota Yogyakarta yang kita cintai,” pungkasnya.

Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori mengapresiasi semangat kepengurusan baru Karang Taruna Kota Yogyakarta. Ia berharap rapat kerja yang digelar setelah pengukuhan dapat menghasilkan program yang mampu memperkuat kualitas dan kemandirian pemuda.
“Melihat semangat dari ketua Karang Taruna yang sudah cukup semangat untuk melaksanakan program-program kerjanya, mudah-mudahan raker nanti memberikan angin segar bagi perkembangan dan peningkatan kualitas pemuda yang ada di Kota Yogyakarta,” katanya.
Budi berharap Karang Taruna dapat mengambil peran lebih besar dalam mendukung berbagai kebijakan dan program Pemerintah Kota Yogyakarta yang berkaitan dengan kepemudaan dan pembangunan masyarakat.

Beberapa isu yang dinilai dapat menjadi ruang kontribusi Karang Taruna antara lain kebersihan, pengelolaan sampah, penguatan kualitas generasi muda, hingga pengembangan kemandirian melalui kewirausahaan pemuda.
“Program-program kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pemuda diharapkan Karang Taruna nanti lebih banyak berperan. Misalnya bagaimana meningkatkan kebersihan, pengelolaan sampah, kemudian menyiapkan generasi yang berkualitas dan mandiri,” ujarnya.

Selain menjadi mitra pemerintah dalam berbagai program pembangunan, Budi juga berharap pemuda tetap memiliki sikap kritis. Karang Taruna diharapkan mampu menjadi bagian dari masyarakat yang ikut mengawal dan memberikan kontrol terhadap kebijakan pemerintah secara konstruktif.
“Generasi mandiri itu melalui wirausaha pemuda dan sebagainya. Dan pemuda harus tetap kritis sebagai kontrol terhadap kebijakan pemerintah,” tambahnya.


