Jakarta,REDAKSI17.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengalami pemberhentian mendadak dari jabatannya saat sedang memimpin rapat kerja bersama Komite IV DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Senin, 14 September 2026. Dalam agenda tersebut, Purbaya sedianya memaparkan strategi fiskal dan arah kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2027 di hadapan para senator serta perwakilan dari Bappenas dan Bank Indonesia. Ia sempat menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum legislatif tersebut untuk membahas rancangan undang-undang keuangan negara.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan anggota Komite IV DPD RI atas terselenggaranya rapat kerja membahas rancangan UU tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun anggaran 2027 dan Nota Keuangan,” kata Purbaya.
Dalam pemaparannya, Purbaya menekankan pentingnya sinergi kebijakan pusat dan daerah untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin berat. Ia menyoroti bahwa instrumen keuangan negara harus bekerja lebih strategis di tengah persaingan antarnegara, pergeseran teknologi yang cepat, serta ketidakpastian geopolitik yang terus membayangi perekonomian nasional.
“Di tengah persaingan global yang semakin kuat, perubahan teknologi yang cepat, serta gejolak geopolitik yang penuh ketidakpastian, APBN memegang peranan yang sangat strategis,” tegasnya.
Situasi rapat berubah drastis ketika Purbaya menerima panggilan telepon penting dari pihak Istana pada pukul 14.30 WIB di tengah berlangsungnya sidang. Tanpa menunggu agenda selesai, ia segera berpamitan kepada pimpinan dan anggota Komite IV DPD RI untuk meninggalkan lokasi. Tak lama berselang, Suahasil Nazara terpantau tiba di Istana Negara dan resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan yang baru pada pukul 15.34 WIB, menandai berakhirnya masa jabatan Purbaya secara mendadak di tengah isu perombakan kabinet.





