Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Dalam olahraga, kemenangan bukan menjadi satu-satunya ukuran. Olahraga juga tentang disiplin, ketekunan, sportivitas, dan kemampuan menerima hasil dengan jiwa besar.
Wagub DIY KGPAA Paku Alam X mengatakan hal demikian pada saat membuka Pekan Olahraga Korps Pegawai Republik Indonesia Daerah (PORPRIDA) DIY 2026, Senin (14/09) di Grha Wana Bhakti Yasa, Yogyakarta, Menurut Sri Paduka, nilai-nilai yang dibangun melalui olahraga dapat menjadi bekal penting bagi ASN dalam menjalankan pengabdian.
“Olahraga bukan hanya soal cepat, kuat, atau menjadi pemenang. Ada latihan tentang disiplin, ketekunan, sportivitas, kemampuan menghormati aturan, sekaligus kesiapan menerima hasil dengan jiwa besar,” ujar Sri Paduka.
Karena itu, Sri Paduka mengajak agar PORPRIDA tidak ditempatkan sekadar sebagai pertandingan antarkontingen. Kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk menjaga kebugaran, memperkuat sportivitas, sekaligus menumbuhkan kebersamaan di antara insan Korpri.
Menurutnya, kebugaran dan kebersamaan tersebut pada akhirnya harus bermuara pada tujuan yang lebih besar, yakni meningkatkan kualitas pengabdian ASN. ASN yang sehat bukan hanya memiliki daya tahan untuk bekerja, tetapi juga energi untuk memberikan pelayanan dengan lebih baik.
Sri Paduka berpesan agar seluruh peserta bertanding dengan sungguh-sungguh tanpa kehilangan semangat persaudaraan. Prestasi tetap perlu diraih, tetapi kehormatan dan sportivitas harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap pertandingan.
“Pertandingan yang sungguh-sungguh tetapi tetap menjaga persaudaraan. Raihlah prestasi tanpa kehilangan kehormatan, karena kemenangan terbaik dari POPRIDA bukan hanya medali, tetapi semangat yang kita bawa kembali ke tempat pengabdian masing-masing,” kata Sri Paduka.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY Raden Suci Rohmadi mengatakan POPRIDA DIY 2026 merupakan bagian dari komitmen Dewan Pengurus Korpri DIY bersama Korpri dalam membangun ASN yang sehat, tangguh, produktif, dan sportif. Dengan tema “Kolaborasi Harmonis, ASN Tangguh di Istimewa”, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan dan solidaritas ASN.
“Dengan mengusung tema Kolaborasi Harmonis, ASN Tangguh di Istimewa, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana untuk mempererat persaudaraan, memperkuat solidaritas, dan membangun semangat kebersamaan antara ASN Daerah Istimewa Yogyakarta,” jelas Suci.
Suci melaporkan PORPRIDA DIY 2026 berlangsung pada 14–23 September 2026 dan diikuti 544 atlet dari enam kontingen. Keenam kontingen tersebut berasal dari Pemda DIY, Pemkot Yogyakarta, Pemkab Bantul, Kulon Progo, Sleman, dan Gunungkidul.
Sebanyak 10 cabang olahraga dipertandingkan dalam PORPRIDA DIY 2026. Pertandingan digelar di berbagai venue olahraga di wilayah DIY, meliputi catur, tenis lapangan, tenis meja, bola basket, panahan, bola voli, teknik meja, atletik, futsal, dan bulu tangkis, serta senam Korpri yang sekaligus menjadi bagian dari rangkaian penutupan.
Kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan berjalan dengan baik sekaligus memberikan manfaat bagi penguatan kebersamaan ASN. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti pertandingan dengan semangat dan tetap menjunjung tinggi sportivitas. PORPRIDA DIY 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi olahraga, tetapi juga memperkuat solidaritas dan membangun ASN DIY yang sehat, tangguh, produktif, dan mampu memberikan pengabdian terbaik.
Humas Pemda DIY





