Gelar Potensi Muja Muju Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan UMKM

Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Gelar Potensi Budaya dan Produk UMKM Kelurahan Muja Muju digelar di halaman Asrama Mahasiswa Natuna, Minggu (20/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menampilkan potensi seni budaya sekaligus memperkenalkan produk UMKM masyarakat setempat.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Yogyakarta akan tetap menjadi daerah istimewa apabila masyarakat terus menghargai dan melestarikan seni serta budaya lokal.

“Yogyakarta akan menjadi istimewa kalau kita selalu menghargai seni dan budaya kita. Apa yang ditampilkan hari ini, ada gotong royong, kita punya bergodo, penampilan seni tari, semuanya merupakan bagian dari budaya kita,” ujar Wawan.

Wawan juga mendorong Kelurahan Muja Muju untuk mencari lokasi yang dapat dimanfaatkan secara rutin sebagai ruang pemasaran produk UMKM. Ia mencontohkan kegiatan UMKM Kelurahan Semaki yang rutin berjualan setiap Sabtu dan Minggu di kawasan Mandala Krida.

“Kami berharap Kelurahan Muja Muju juga mencari ide dan tempat yang bisa digunakan secara reguler agar UMKM dapat berjualan setiap Sabtu atau Minggu. Dengan begitu, ekonomi masyarakat bisa terus bergulir,” katanya.

Wawan juga menekankan pentingnya mengembangkan produk khas lokal. Ia meminta pelaku UMKM tidak hanya menjual produk yang umum, tapi lebih banyak mengeksplorasi makanan, kerajinan, dan produk yang menjadi ciri khas masing-masing kelurahan.

“Semua kelurahan punya ciri khas dan kelebihan masing-masing. Itu perlu dieksplorasi, dikembangkan, dan dibina. Jangan sampai kita lebih banyak menjual makanan dari luar, tetapi justru produk khas Kota Yogyakarta yang harus kita kembangkan,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Muja Muju Dwi Wahyudi Hamzah mengatakan gelar potensi tersebut melibatkan sekitar 30 UMKM. Selain itu, terdapat sekitar 15 penampilan seni budaya yang berasal dari berbagai RW dan sanggar.

“Penampilannya macam-macam, ada tari, menyanyi, silat, dalang, dan lainnya. Kami memiliki 12 RW dan 55 RT yang turut mendukung kegiatan ini,” kata Dwi.

Dwi berharap kegiatan tersebut dapat dikembangkan mampu membuka ruang pemasaran yang lebih rutin bagi UMKM Muja Muju. Salah satu potensi yang sedang dikembangkan berada di Jalan Kerto yang selama ini dimanfaatkan untuk kegiatan UMKM setiap Minggu.

“Ke depan kami ingin mengembangkan Jalan Kerto supaya bisa lebih ramai. Saat ini memang belum maksimal karena di sekitar permukiman warga. Kami juga tidak ingin mengganggu kenyamanan masyarakat, sehingga masih kami rumuskan agar tempat itu bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

Salah satu pelaku UMKM, Lina dari kelompok UMKM RW 09, mengatakan kelompoknya memiliki sekitar 35 anggota.

“Kalau produk yang ditawarkan ada macam-macam, mulai dari kuliner, kain jumputan, shibori, pakaian, dan batik. Kami juga aktif jualan di Sunday Morning Jalan Kerto,” katanya.