Beranda / Nasional Dan Internasional / Kemenag Gelar Sayembara Surat Santri untuk Presiden, Ini Syaratnya

Kemenag Gelar Sayembara Surat Santri untuk Presiden, Ini Syaratnya

Jakarta,REDAKSI17.COM – Menyambut Hari Santri 2026, Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) merilis ajang bergengsi Sayembara “Surat Santri untuk Presiden”. Lewat kompetisi ini, para santri di seluruh Indonesia diajak menyuarakan pesan, gagasan kritis, hingga harapan masa depan bangsa langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren, Basnang Said, mengungkapkan bahwa sayembara ini dihadirkan sebagai wadah bagi santri untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui tradisi menulis pesantren.

“Santri tidak hanya menjadi bagian dari sejarah bangsa, tetapi juga memiliki gagasan tentang Indonesia ke depan. Melalui surat ini, kami ingin memberikan ruang kepada santri untuk menyampaikan suara, harapan, dan gagasannya secara langsung kepada Presiden,” ujar Basnang Said dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (27/9/2026).

Tema Surat Santri untuk Presiden
Kasubdit Pendidikan Salafiyah dan Kajian Kitab Kuning, Yusi Damayanti, menjelaskan bahwa peserta dapat memilih salah satu dari tiga fokus isu strategis bangsa:

Syarat Mengikuti Sayembara Surat Santri untuk Presiden
Berikut adalah syarat dan ketentuan penulisan Surat Santri untuk Presiden:

Format Tulisan: Ditulis tangan menggunakan pulpen tinta hitam atau biru.
Panjang Tulisan: Maksimal 700 kata atau 2 halaman kertas ukuran A4.
Orisinalitas: Karya asli/bukan hasil plagiasi dan belum pernah menjuarai lomba lain.
Format Pengiriman: Berkas surat dipindai (scan) dan dikirimkan dalam format PDF.

Cara Daftar Sayembara Surat Santri untuk Presiden
Pendaftaran dan penerimaan karya dibuka mulai 25 September hingga 2 Oktober 2026. Pengiriman naskah dilakukan secara online melalui email ke harisantri2026@kemenag.go.id.

Dalam pengiriman email, peserta wajib melampirkan beberapa berkas pendukung:

Data diri lengkap dan identitas asal pesantren.
Nomor WhatsApp aktif peserta dan/atau guru pembina.
Keterangan pilihan tema yang diangkat.
Naskah surat berformat PDF.
Surat pernyataan keaslian karya.
Tak sekadar kompetisi, para pemenang terpilih akan mendapatkan pengalaman langka. Kemenag menjanjikan para pemenang kesempatan untuk hadir langsung dalam malam puncak Hari Santri 2026 bertajuk “Malam Bhakti Santri untuk Negeri”, yang rencananya mengundang Presiden RI Prabowo Subianto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *