MANTRIJERON,REDAKSI17.COM – Sebanyak 64 Calon Purna Tugas mengikuti Wisuda dan Pelepasan Anggota KORPRI Pemerintah Kota Yogyakarta Tahun 2026 yang berlangsung di The Alana Malioboro Yogyakarta, Rabu (30/9). Kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka selama menjalankan tugas sebagai aparatur Pemerintah Kota Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pengawas (DP) KORPRI Kota Yogyakarta, Dedi Budiono menyampaikan, wisuda calon purnatugas bukan sekadar acara pelepasan, tetapi menjadi momentum untuk sejenak melihat kembali perjalanan panjang pengabdian yang telah dilalui para calon purna tugas.
“Purnatugas bukan berarti purna pengabdian. Purna tugas hanyalah ketika negara berhenti memberi kita kewajiban sebagai pegawai, tetapi tidak pernah berhenti memberi kita kesempatan untuk menjadi manusia yang bermanfaat,” jelas Dedi.
Menurutnya, pengabdian tidak selalu harus dilakukan melalui meja kerja, jabatan, maupun tanda tangan sebagai seorang aparatur. Setelah memasuki masa purnatugas, semangat memberikan manfaat kepada masyarakat tetap dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk.
“Pengabdian tidak selalu membutuhkan meja kerja, tidak selalu membutuhkan tanda tangan, tidak selalu membutuhkan jabatan. Kadang pengabdian hadir dalam bentuk mendidik anak-anak dan cucu dengan keteladanan, membantu tetangga dengan ketulusan, menjadi orang tua yang bijaksana, menjadi sahabat bagi lingkungan, atau sekadar menghadirkan senyum dan ketenangan bagi orang-orang di sekitar kita,” jelasnya.
Dedi mengatakan, selama puluhan tahun bertugas, para aparatur telah meninggalkan berbagai jejak pengabdian. Menurutnya, hal yang paling penting dari perjalanan tersebut bukan semata jumlah pekerjaan yang telah diselesaikan, melainkan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
“Orang mungkin tidak selalu ingat berapa banyak surat yang pernah ditandatangani, rapat yang dihadiri, atau laporan yang diselesaikan. Tetapi orang akan mengingat siapa yang pernah membantu mereka, siapa yang mendengarkan keluhan mereka, dan siapa yang memberikan solusi ketika mereka datang dengan persoalan,” ungkapnya.

Suasan kegiatan wisuda calon purna tugas KORPRI.

Pihaknya menambahkan, 64 calon purna tugas dalam kegiatan tersebut merupakan pegawai yang memasuki Batas Usia Pensiun (BUP) terhitung mulai 1 Oktober, 1 November, dan 1 Desember 2026.
Salah satu calon purnatugas dengan masa pengabdian terlama adalah Siti Sulandari (60), guru ahli madya di SD Negeri Kotagede 1 Yogyakarta. Ia telah mengabdikan diri selama 41 tahun sebagai aparatur dan pendidik.
Dalam perjalanan kariernya, Siti Sulandari pernah bertugas di Kabupaten Gunungkidul, sebelum melanjutkan pengabdian di wilayah Kota Yogyakarta, antara lain di SD Negeri Netral B dan SD Negeri Sindurejan hingga kemudian bertugas di SD Negeri Kotagede 1.
Memasuki masa purnatugas, Siti berencana mengisi waktu dengan kegiatan beternak dan bercocok tanam. Siti juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kota Yogyakarta atas dukungan, bimbingan, dan kerja sama selama dirinya bersama para anggota KORPRI menjalankan tugas.
“Tidak terasa, perjalanan kami sebagai abdi negara dan abdi masyarakat di Pemerintah Kota Yogyakarta telah memasuki masa akhir. Selama puluhan tahun kami mengabdi, banyak kenangan dan pengalaman berharga yang kami dapatkan,” ujarnya.

Terlihat calon purna tugas KORPRI satu persatu meninggalkan ruangan dengan senyum bahagia.

Ia mengaku bangga pernah menjadi bagian dari Pemerintah Kota Yogyakarta sekaligus keluarga besar KORPRI. Mewakili para calon purnatugas, Siti juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat hal-hal yang kurang berkenan.
“Kami memohon doa restu agar masa purnatugas ini dapat kami jalani dengan sehat, tenang, dan tetap memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” imbuhnya.