Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Â Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menegaskan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RRTH) Abu Bakar Ali (ABA) harus lebih didorong lagi. Hal ini dilakukan agar proses pembangunan benar-benar bisa rampung sesuai target yang telah disepakati.
Demikian disampaikan Made pada Jumat (23/10) di sela Peninjauan RTH ABA bersama stakeholder terkait. Made mengatakan, peninjauan kali ini dilakukan untuk melihat kesiapan terkait pembangunan RTH ABA.
“Jadi harapan besar kami, pembangunan bisa sesuai dengan schedule yang sudah disepakati bersama dengan pihak ketiga. Setelah kami tinjau hari ini, kayaknya pembangunannya juga perlu di-push. Kita maunya ke depan (selesainya pembangunan RTH) bisa berbarengan dengan kegiatan-kegiatan lain di sepanjang sumbu filosofis,� ujarnya.
Made pun menuturkan, RTH ABA ini konsepnya ialah membangun area publik yang bisa dinikmati oleh masyarakat. Sehingga menjadi harapan besar Pemda DIY juga, nantinya RTH ABA bisa dijaga bersama, demi kenyamanan semua pihak. Ia pun meminta pengertian masyarakat DIY maupun para wisatawan terhadap proses pembangunan ini.
“Namanya kita melakukan sesuatu untuk menuju yang lebih baik itu, ada yang namanya proses. Dalam proses itu, ada kemungkinan ketidaknyamanan. Karena itu kita terbuka untuk kritik, seperti yang lalu-lalu, kita menerima kritik dan melakukan evaluasi. Kritik tentu boleh, tapi mari kita sama-sama diberikan solusi juga, ini tentu akan kami perhatikan,� imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, Kusno Wibowo mengatakan, sampai saat ini pembangunan RTH ABA sudah berjalan kurang lebih 8 minggu. Kemajuan pembangunannya pun telah mencapai lebih dari 40%, di mana pembangunan ditargetkan selesai 22 Desember 2026, sesuai kontraknya.
“Dalam waktu sekitar kurang dari 2 bulan lagi, pembangunan kita harapkan selesai, jangan sampai ada pekerjaan yang terganggu. Saat ini, mumpung belum musim hujan, pembangunan masih mengejar yang fisik dulu, seperti bangunan toilet,� jelasnya.
Kusno menegaskan, sesuai instruksi Gubernur DIY, bangunan yang ada di RTH ABA nantinya hanya akan ada toilet dan jogging track saja. Selain itu tidak akan ada bangunan lagi. Kalaupun ada bangunan kecil, itu hanya untuk kebutuhan seperti genset, dan letaknya pun akan ada di bagian belakang RTH ABA atau di sisi paling timur RTH.
“Kemudian nanti kalau sudah memasuki musim hujan, penataan tamannya yang kita kejar, karena membutuhkan perawatan dan sebagainya. Dan RTH ini memang mengusung tiga konsep taman yang berbeda. Bagian depan atau sisi yang paling barat, konsepnya tanaman berbunga, kemudian di tengah tanaman hijau, dan di sisi timur tanaman keras atau semacam hutan kota,� paparnya.
Kusno pun menginformasikan, terdapat perubahan sudut gerbang masuk RTH ABA. Jika rencana awalnya gerbang akan serong menghadap ke Jalan Malioboro, kini diubah akan menghadap lurus ke arah barat. Dan secara keseluruhan, konsep RTH ABA adalah mengembalikan kondisi lingkungan yang ada di perkotaan Yogyakarta.
“Keberadaan RTH di Kota Yogyakarta memang minim. Karena itu, RTH ini nanti akan menjadi salah satu lokasi penghijauan di tengah Kota Yogyakarta yang sudah padat dengan aktivitas masyarakat. Harapannya hewan-hewan di kota juga bisa kembali ada di tengah kota ini,� imbuhnya.
HUMAS DIY







