
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meminta jajaran Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan, keberhasilan pemerintah tidak cukup diukur dari capaian administratif maupun penyerapan anggaran, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Endah saat memberikan pembinaan kepada pegawai Dinsos PPPA bersama mitra pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), pendamping rehabilitasi sosial, dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) se-Kabupaten Gunungkidul di Bangsal Sewokoprojo, Selasa (3/11/2026).
Menurut Endah, Dinsos PPPA memiliki tanggung jawab strategis karena berhadapan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat, mulai dari kemiskinan, kerentanan sosial, ketidaksetaraan, kekerasan terhadap perempuan hingga perlindungan anak.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran memperkuat integritas, disiplin, dan tanggung jawab sebagai aparatur sipil negara (ASN).
“Jangan cepat puas dengan capaian administratif. Pastikan setiap program memiliki manfaat nyata dan setiap pelayanan memberikan jawaban atas kebutuhan masyarakat,� tegasnya.
Endah juga menekankan pentingnya ketepatan data penerima bantuan sosial. Pemutakhiran data harus dilakukan secara berkelanjutan agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
Ia meminta jajaran Dinsos PPPA memperkuat koordinasi dengan pemerintah kapanewon, kalurahan, serta berbagai pihak terkait.
Petugas juga diminta aktif turun ke lapangan untuk mengetahui kondisi masyarakat, bukan sekadar menunggu laporan atau pengaduan.
Selain pelayanan sosial, perhatian terhadap pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak juga harus ditingkatkan. Menurutnya, pemberdayaan perempuan perlu diarahkan pada peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Sementara itu, setiap laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak harus ditangani secara serius, cepat, dan tepat dengan tetap menjaga kerahasiaan serta mengutamakan kepentingan terbaik bagi korban.
Bupati juga mengingatkan pentingnya membangun budaya kerja yang responsif, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah. Persoalan sosial, kata dia, tidak dapat ditangani hanya oleh satu perangkat daerah, melainkan membutuhkan keterlibatan pemerintah kalurahan, lembaga sosial, dunia usaha, organisasi masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat.
“Ketika ada persoalan masyarakat, yang harus kita pikirkan pertama kali adalah bagaimana menyelesaikannya, bukan mencari alasan mengapa persoalan itu bukan menjadi tanggung jawab kita,� ujarnya.
Ia turut meminta seluruh petugas memberikan pelayanan secara humanis dan penuh empati, mengingat masyarakat yang datang membutuhkan bantuan sering kali sedang menghadapi persoalan keluarga maupun kondisi sosial yang sulit.
Sementara itu, Kepala Dinsos PPPA Gunungkidul, Arkham Mashudi, melaporkan bahwa kinerja instansinya menunjukkan capaian yang membanggakan melalui kolaborasi ASN, relawan, pendamping sosial, serta dukungan TNI dan Polri.
Sinergi tersebut turut mendorong capaian berbagai program kesejahteraan sosial, termasuk perlindungan sosial digital dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pihaknya juga terus mengoptimalkan kemitraan dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah keterbatasan fiskal.
Menutup arahannya, Endah mengajak seluruh jajaran menjadikan pembinaan tersebut sebagai momentum memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat.
Ia menegaskan, semangat Pamong Nglayani lan Ngayomi harus menjadi landasan setiap aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Menurutnya, upaya mewujudkan kesejahteraan sosial, memberdayakan perempuan, dan melindungi anak membutuhkan kerja keras, konsistensi, serta kolaborasi berkelanjutan.
“Selama masih ada masyarakat yang membutuhkan perlindungan, perempuan yang belum memperoleh kesempatan setara, anak-anak yang menghadapi kekerasan, dan warga yang hidup dalam kerentanan sosial, kita tidak boleh berhenti bekerja dan berbenah,� pungkasnya.





