Beranda / Daerah / Dari Edukasi Sekolah hingga Layanan Kesehatan, KPA Banyumas Pelajari Strategi Kulon Progo

Dari Edukasi Sekolah hingga Layanan Kesehatan, KPA Banyumas Pelajari Strategi Kulon Progo

Image Berita

KULON PROGO,REDAKSI17.COM – Upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, hingga fasilitas pelayanan kesehatan. Berbagai pendekatan tersebut menjadi perhatian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banyumas dalam kunjungan kerja dan studi tiru ke KPA Kabupaten Kulon Progo, Selasa (3/11/2026). Bertempat di Aula Adikarta, kegiatan ini menjadi ajang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat harmonisasi program penanggulangan HIV/AIDS antardaerah.

Rombongan Kabupaten Banyumas yang berjumlah sekitar 80 orang tersebut disambut langsung oleh Wakil Bupati Kulon Progo sekaligus Ketua KPA Kabupaten Kulon Progo, H. Ambar Purwoko, S.M. Rombongan dipimpin oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Banyumas, dr. Dani Esti Novia, serta diikuti jajaran perangkat daerah, tenaga kesehatan, dan mitra KPA.

Dalam sambutannya, Ambar menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, pertemuan antardaerah menjadi kesempatan penting untuk memperkuat koordinasi, membangun kolaborasi, serta saling bertukar gagasan dalam mengembangkan program pencegahan HIV/AIDS.

“KPA mempunyai peran yang sangat penting. Terutama melihat situasi arus globalisasi dan pergaulan saat ini, tentu hal ini harus ditangani dan dicegah melalui edukasi serta ide-ide dan gagasan bersama,� ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pencegahan HIV/AIDS tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan kesehatan, tetapi juga perlu didukung edukasi berkelanjutan yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Berdasarkan data yang disampaikan Ambar, terdapat 564 kasus HIV di Kabupaten Kulon Progo, dengan 41 kasus baru sepanjang 2026. Berbagai langkah pencegahan telah dilakukan KPA Kulon Progo, di antaranya melalui edukasi ke sekolah-sekolah, diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD), serta koordinasi dengan berbagai satuan tugas.

“Yang terpenting adalah bagaimana edukasi dan pencegahan ini bisa dilakukan sejak dini. Orang tua dan guru memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai risiko HIV/AIDS,� ungkapnya.

Ambar juga mengajak seluruh pihak untuk memperluas kegiatan sosialisasi dan pencegahan, mulai dari lingkungan keluarga, RT, RW, kalurahan, hingga tingkat kabupaten. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci agar upaya pencegahan dapat berjalan lebih optimal.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Banyumas, dr. Dani Esti Novia, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memperoleh informasi dan pengalaman dari KPA Kulon Progo, khususnya mengenai penguatan edukasi HIV/AIDS di lingkungan pendidikan dan pendampingan pasien.

Ia menyampaikan, Kabupaten Banyumas mencatat sekitar 3.500 kasus HIV/AIDS, dengan 237 kasus baru pada 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 55 kasus berada pada kelompok usia 15–25 tahun sehingga memerlukan perhatian khusus, terutama melalui penguatan edukasi di lingkungan pendidikan.

“Kami berharap nanti ada diskusi terkait dengan hal ini agar kami mendapatkan informasi mengenai kegiatan yang sesuai, terutama integrasi edukasi melalui Dinas Pendidikan dan pembelajaran di sekolah,� ujarnya.

Menurutnya, edukasi kesehatan di sekolah perlu terus dikembangkan agar peserta didik memiliki pemahaman yang benar, mampu membangun perilaku bertanggung jawab, serta mengetahui langkah-langkah pencegahan sejak dini. Dalam hal ini, keterlibatan sekolah, guru, orang tua, dan tenaga kesehatan menjadi bagian penting untuk mendukung keberhasilan program.

Selain aspek pencegahan, rombongan Banyumas juga ingin mempelajari strategi pendampingan pasien, khususnya mereka yang terputus dari pemantauan maupun pengobatan (Lost to Follow Up/LFU). Hal ini penting untuk menjaga keberlanjutan layanan dan memastikan pasien tetap mendapatkan pendampingan yang dibutuhkan.

“Kami mendapatkan informasi bahwa di Kulon Progo kegiatan ini sudah berjalan dengan baik. Tentunya kami berharap mendapatkan informasi dan hal-hal yang dibutuhkan agar pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas dapat berjalan lebih baik,� tambahnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai integrasi kurikulum HIV di sekolah oleh Balai Pendidikan Menengah serta strategi pengelolaan pasien LFU dan pendampingan orang dengan HIV (ODHIV) oleh konselor Puskesmas Wates.

Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, kedua daerah bertukar informasi mengenai pelaksanaan program, tantangan di lapangan, serta berbagai strategi untuk memperkuat keterlibatan lintas sektor dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Puskesmas Wates. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat secara langsung pelaksanaan layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) bagi pasien HIV.

Melalui kunjungan ini, pengalaman dan praktik baik yang dibagikan diharapkan dapat menjadi referensi bagi KPA Kabupaten Banyumas dalam mengembangkan program penanggulangan HIV/AIDS. Kolaborasi antardaerah ini diharapkan tidak hanya memperkuat program, tetapi juga memperluas edukasi dan meningkatkan kualitas pendampingan serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Source: media center

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *