
Jetis,REDAKSI17.COM – RSUD Kota Yogyakarta terus memperkuat layanan kesehatan unggulan sekaligus mendorong kemandirian keuangan rumah sakit. Pada 2027, salah satu prioritas pengembangan yang disiapkan adalah menambah kapasitas layanan hemodialisa (HD) atau cuci darah dari 22 menjadi 51 tempat tidur.
Direktur RSUD Kota Yogyakarta, Ariyudi Yunita, mengatakan penambahan kapasitas tersebut direncanakan mulai direalisasikan pada semester ketiga 2027. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan rumah sakit dalam memenuhi kebutuhan pelayanan pasien yang memerlukan tindakan cuci darah.
“Terutama kita mau menambah bed, terutama bed HD (Hemodialisa). Sebelumnya 22 menjadi 51 bed pada tahun 2027 semester ketiga,” jelas Ariyudi saat ditemui seusai kegiatan Konsinyering Perencanaan dan Pelaksanaan Anggaran Tahun Anggaran 2027 RSUD Kota Yogyakarta di Hotel Grand Senyum, Rabu (4/11).
Selain layanan hemodialisa, RSUD Kota Yogyakarta juga memprioritaskan pengembangan layanan unggulan Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefro (KJSU). Melalui penguatan layanan tersebut, pihaknya berharap masyarakat Kota Yogyakarta dapat memperoleh penanganan penyakit prioritas di rumah sakit milik pemerintah kota tersebut.
“Memang layanan unggulan yang kita unggulkan adalah KJSU, yaitu kanker, jantung, stroke, dan uronefro. Itu yang kita prioritaskan,” ungkapnya.
Ia berharap masyarakat yang membutuhkan penanganan penyakit kanker, jantung, stroke, maupun gangguan ginjal dapat memanfaatkan fasilitas dan layanan yang tersedia di RSUD Kota Yogyakarta.
“Semua warga kota yang menderita kanker, jantung, stroke, uronefro atau ginjal, itu bisa diarahkan atau menggunakan layanan di rumah sakit kami,” tambahnya.
Di sisi lain, RSUD Kota Yogyakarta juga tengah mempersiapkan langkah menuju kemandirian keuangan. Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong rumah sakit agar mampu meningkatkan pendapatan sendiri untuk memenuhi kebutuhan operasional, seiring dengan berkurangnya dukungan anggaran dari APBD pada 2027.
Ariyudi mengatakan, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran rumah sakit untuk meningkatkan kinerja dan mengoptimalkan pendapatan.
“Jadi kami itu dianjurkan, diharapkan oleh pemerintah kota untuk lebih mandiri. Sehingga pada tahun 2027 memang APBD-nya tidak terlalu besar untuk di-support. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan kinerja, sehingga bisa melakukan upaya operasional dengan keuangan kami sendiri,” tuturnya.

RSUD Kota Yogyakarta menargetkan kemandirian keuangan atau zero APBD pada 2030. Meski demikian, target tersebut bukan berarti seluruh pembiayaan rumah sakit terlepas dari APBD, karena komponen gaji pegawai masih menjadi tanggungan pemerintah daerah.
Pihak rumah sakit saat ini telah menyiapkan tahapan untuk mencapai target tersebut. Fokus utamanya adalah meningkatkan pendapatan agar mampu menopang kebutuhan operasional sehari-hari.
“Target kita untuk zero APBD itu ditargetkan sampai 2030. Kami sudah mempunyai rencana untuk tahapan-tahapan menuju zero APBD tersebut. Namun, tentunya tidak bisa lepas sama sekali karena gaji masih dari APBD,” jelasnya.
Meski didorong untuk mandiri, Ariyudi berharap dukungan pemerintah daerah tetap diberikan, khususnya untuk pengembangan layanan kesehatan prioritas yang membutuhkan pembiayaan dan fasilitas memadai.
Terkait pelayanan kesehatan bagi masyarakat, Ariyudi memastikan peserta BPJS Kesehatan tetap mendapatkan pelayanan sebagaimana mestinya. Hal ini mengingat sebagian besar pasien RSUD Kota Yogyakarta merupakan peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Sekitar 89 persen itu pasien BPJS. Tentu kami berikan pelayanan yang terbaik juga,” tegasnya.
Rumah sakit juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai asuransi, selain BPJS juga Jasa Raharja untuk penanganan pasien kecelakaan lalu lintas. Dukungan tenaga medis yang dimiliki diharapkan mampu memberikan penanganan secara optimal bagi korban kecelakaan.
“Kami juga di-support dengan dokter-dokter yang luar biasa tentu bisa menangani kecelakaan lalu lintas,” jelas Ariyudi.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu mengakses layanan kesehatan di RSUD Kota Yogyakarta. Pihaknya berkomitmen terus meningkatkan mutu pelayanan serta membantu masyarakat menemukan solusi atas permasalahan kesehatan yang dihadapi.
“Jangan pernah ragu untuk datang ke RSUD Yogyakarta. Kami benar-benar ingin memberikan pelayanan terbaik, juga mengusahakan permasalahan-permasalahan sehingga ada titik solusinya,” pungkasnya.





