Beranda / Daerah / Marching Band Turut Jadi Ruang Pembentukan Karakter

Marching Band Turut Jadi Ruang Pembentukan Karakter

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Melalui disiplin, kreativitas, dan kerja kolektif, marching band menjadi ruang pembentukan karakter, sekaligus cermin nilai-nilai kehidupan berbangsa. Semangat inilah yang menghidupi Kejuaraan Marching Band Piala Raja sejak pertama kali diselenggarakan.

Demikian disampaikan Kepala Balai Pemuda dan Olahraga DIY, Arfi Hidananto saat membacakan sambutan Gubernur DIY pada Jumat (06/11). Membuka Kejuaraan Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono X Tahun 2026 di Jalan Malioboro, Yogyakarta, Arfi mengatakan, dalam sebuah marching band, setiap instrumen memiliki karakter dan perannya masing-masing.

“Namun keindahan lahir bukan dari keunggulan individu, melainkan dari keselarasan seluruhnya dalam satu irama. Di situlah musik mengajarkan bahwa harmoni bukanlah keseragaman, melainkan kemampuan menghargai perbedaan dan bergerak menuju tujuan bersama,” imbuhnya.

Arfi pun menyampaikan, apresiasi kepada seluruh penyelenggara yang terus menjaga keberlanjutan kejuaraan ini, serta para peserta dari berbagai penjuru Indonesia yang hadir membawa semangat dan kreativitas terbaiknya. Semoga dari Malioboro, irama kebersamaan ini bergema ke seluruh Nusantara, membawa semangat persatuan dan kebanggaan Indonesia.

“Jadikan kompetisi ini bukan sekadar ajang meraih kemenangan, melainkan ruang mempererat persaudaraan dan merayakan keberagaman. Sebab, sebagaimana harmoni musik, kekuatan bangsa lahir ketika perbedaan berpadu dalam cita-cita bersama,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Kejuaraan Marching Band Piala Raja ini digelar pertama kali pada tahun 1979, atas perkenan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, hingga kembali berlanjut pada tahun 2012. Sebuah perjalanan yang menegaskan bahwa warisan sejati bukan sekadar sesuatu yang dikenang, melainkan nilai yang terus dihidupkan dan diwariskan antargenerasi.

Sementara itu, Ketua Panitia Kejuaraan Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono X 2026, Nolik Maryono mengatakan, penyelenggaraan kejuaraan ini sudah memasuki tahun ke-14. Dari tahun ke tahun, jumlah peserta pun terus meningkat. Kejuaraan tahun ini diikuti 51 tim dari seluruh Indonesia.

“Malam ini sebagai pembuka, kami gelar Street Parade (Kirab). Street Parade ini menjadi salah satu dari empat nomor pertandingan yang diadakan tahun ini. Selanjutnya, dua hari ke depan akan digelar 3 nomor pertandingan lainnya, yakni Concert Band, Concert Marching Art, dan Marching Field Show (Display),” paparnya.

Diungkapkan Nolik, peserta tahun ini berasal dari provinsi Kepulauan Riau, Jambi, NTT, dan seluruh provinsi di Pulau Jawa. Untuk juri, selain berasal dari Indonesia, para juri yang bertugas tahun ini juga beberapa berasal dari negara tetangga seperti Filipina dan Malaysia. ”Kejuaraan ini tidak hanya memberi ruang bagi pembinaan marching band, tapi juga membantu Pemda DIY meningkatkan kunjungan wisatawan,” imbuhnya.

Sebelum parade dimulai, dilakukan serah terima Piala Raja yang akan dibawa pulang oleh tim marching band terbaik tahun ini. Selanjutnya, diberangkatkan Bergodo Jalumas sebagai barisan yang mengawali parade. Kemudian disusul para peserta kejuaraan dalam unjuk kebolehan mereka dalam berparade. Acara ini dihadiri pula oleh Ketua Harian Pengurus Besar Persatuan Drum Band Indonesia, Panca Iswandaru dan Wakil Ketua Umum I KONI DIY, Rumpis Agus Sudarko.

HUMAS DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *