Home / Daerah / LPI 2025 Tekankan Optimisme, Komitmen, dan Sinergi

LPI 2025 Tekankan Optimisme, Komitmen, dan Sinergi

Yogyakarta,REDAKSI17.COM — Bank Indonesia (BI) menegaskan arah kebijakan dan prospek perekonomian nasional melalui tiga pesan utama, yakni Optimisme, Komitmen, dan Sinergi (OKS), sebagaimana tertuang dalam Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025. Ketiga pesan tersebut menjadi pijakan strategis dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan di tengah dinamika global.

Pesan OKS disampaikan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam peluncuran LPI 2025 bertema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” di Jakarta, Rabu (28/01). Kegiatan ini diikuti secara daring oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, didampingi Kepala Perwakilan BI DIY, Sri Darmadi Sudibyo, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana, serta sejumlah kepala OPD Pemda DIY.

Berdasarkan kajian kondisi perekonomian Indonesia sepanjang 2025, Perry menjelaskan pesan pertama, Optimisme, mencerminkan prospek pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan berada pada kisaran 4,7–5,5 persen. Selanjutnya, pada 2026 diproyeksikan meningkat ke kisaran 4,9–5,7 persen dengan titik tengah 5,3 persen, dan pada 2027 mencapai 5,1–5,9 persen dengan titik tengah 5,5 persen.

“Setelah 2025 sekitar 4,7–5,5 persen, tahun 2026 kami perkirakan pertumbuhan ekonomi 4,9–5,7 persen dan akan meningkat menjadi 5,1–5,9 persen pada 2027. Jadi mari kita bangun optimisme,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Perry mengajak pelaku usaha dan masyarakat untuk tidak bersikap wait and see di tengah ketidakpastian global. Sikap optimistis dinilai penting agar aktivitas ekonomi tetap bergerak dan momentum pertumbuhan dapat terjaga. Meski demikian, ia mengingatkan agar berbagai gejolak global tetap diwaspadai.
“Ke depan, kita harus tetap optimis sekaligus eling lan waspodo (sadar dan berhati-hati) di tengah gejolak dunia yang masih berlanjut,” katanya.

Pesan kedua, Komitmen, menegaskan peran Bank Indonesia sebagai jangkar stabilitas perekonomian nasional. BI berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi, serta sistem keuangan melalui bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang konsisten, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Bank Indonesia berkomitmen merumuskan dan memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” tegas Perry.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai langkah strategis sepanjang 2025, antara lain penurunan suku bunga kebijakan, penguatan likuiditas moneter, stabilisasi nilai tukar rupiah, serta pemberian insentif likuiditas makroprudensial guna mendorong penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas.

Sementara itu, pesan ketiga, Sinergi, menekankan pentingnya kolaborasi erat antara Bank Indonesia, pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat. Sinergi kebijakan moneter dan fiskal dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat kepercayaan pasar..“Bank Indonesia terus membangun sinergi yang semakin erat antara kebijakan moneter dan fiskal,” tambah Perry.

Melalui LPI 2025, Bank Indonesia mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah daerah, untuk bersama-sama menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional dengan tetap waspada terhadap dinamika global. Ke depan, pesan Optimisme, Komitmen, dan Sinergi diharapkan menjadi landasan kuat bagi pemerintah daerah, termasuk DIY, dalam mendorong pembangunan ekonomi yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *