Home / Daerah / Jelang Idulfitri, Harga dan Stok Pangan Yogyakarta Stabil

Jelang Idulfitri, Harga dan Stok Pangan Yogyakarta Stabil

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan di wilayah Kota Yogyakarta menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H pada Jumat (27/02). Berdasarkan hasil pemantauan lapangan yang dilaksanakan di Superindo Dongkelan dan PT Therus Karya Sejahtera, harga dan stok pangan termasuk ketersediaan gas untuk Kota Yogyakarta terpantau stabil dan berada dalam kisaran harga yang terkendali.

Ditemui usai pemantauan, Pj Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dedi Budiono menyampaikan, dengan stok yang memadai menjelang Lebaran, tidak ditemukan lonjakan permintaan terhadap bahan pokok. Bahkan, beberapa komoditas tercatat berada pada kisaran harga di bawah Harga Acuan Pemerintah (HAP). “Jadi kalau pun ada lonjakan permintaan untuk yang bahan pokok, saya kira tidak ada persoalan ya,” tegasnya.

Dalam rangka menjaga ketersediaan sayur mayur, jajaran Dinas Pertanian telah menjalin kerja sama dengan sejumlah daerah guna memastikan pasokan sayuran tetap terjaga menjelang Idulfitri. “Kemudian untuk komoditas yang lain, misalkan sayuran, teman-teman di bidang perdagangan sudah menjalin kerjasama dengan beberapa daerah. Misalnya dengan Kulon Progo, Bantul, dan kita akan penjajakan dengan Magelang untuk kerjasama ketersediaan sayur, terutama cabai yang biasanya menjelang lebaran itu naik ya harganya,” pungkas Dedi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Eling Priswanto menyatakan, berdasarkan hasil pantauan lapangan, harga sembilan bahan pokok masih tergolong stabil dan sesuai dengan Harga Acuan Pemerintah (HAP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. “Dari bawang merah, kemudian beras, gula, dan produk-produk pabrikan lainnya, semuanya aman terkendali. Kita harapkan sampai dengan lebaran nanti juga stok tetap aman,” ujarnya.

Menyikapi permasalahan stok LPG 3 kg yang kerap mengalami kekosongan saat Idulfitri, Eling menambahkan, pasokan LPG 3 kg untuk Kota Yogyakarta berada dalam kondisi aman dan tercukupi. Ia juga memastikan distribusi tetap berjalan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp18.000.

“Tapi untuk secara stok sangat aman. Kita pastikan bahwa semua itu bisa terdistribusi dengan baik ke masyarakat dengan tepat sasaran dan dalam jumlah yang cukup,” jelasnya.

Eling berpesan, masyarakat tidak perlu khawatir apalagi melakukan panic buying atau memborong kebutuhan sejak dini demi mengamankan stok pangan. Demi memastikan stok pangan dapat tercukupi, masyarakat diimbau untuk dapat turut mengawasi potensi penimbunan stok pangan dengan melaporkannya kepada pihak terkait.

“Sehingga kita ingin masyarakat tidak perlu panik-panik, aksi borong. Cuma yang kami mohon bantuan adalah apabila menjumpai aksi penimbunan atau hal-hal yang di luar sewajarnya, segera lapor ke kami, tim pengendali inflasi daerah,” tegas Eling.

Pasar modern dipilih sebagai lokasi pemantauan untuk membandingkan potensi lonjakan harga dengan hasil pemantauan di pasar tradisional pada kabupaten lain di DIY. “Memang sengaja kita hari ini di pasar yang modern, karena dari pantauan kami tiga hari yang lalu di beberapa kabupaten kota, di pasar tradisional juga kami pastikan lonjakan harga masih berada dalam range yang kita harapkan,” imbuh Eling.

Jika ditemukan dugaan penimbunan, masyarakat dapat membuat laporan dan disampaikan kepada Tim TPID DIY untuk ditindaklanjuti. Sementara itu, aduan terkait ketersediaan stok gas dapat disampaikan melalui aplikasi MyPertamina atau Pertamina Contact Center 135.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *