UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengajak masyarakat khususnya pengurus Masjid Al-Irsyad, untuk membentuk program edukasi pranikah berbasis masjid. Langkah ini dinilai penting guna memperkuat pondasi rumah tangga dan membantu menekan tingkat perceraian khususnya di Kota Yogyakarta.
Ajakan tersebut disampaikan Hasto Wardoyo saat mengisi kajian menjelang buka bersama jamaah dan Umaro di Masjid Al-Irsyad, Brontokusuman Yogyakarta,  Senin (02/03/2026).
Pihaknya juga mengusulkan adanya kolaborasi antara masjid dan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk menyelenggarakan kursus pranikah yang terstruktur.
“Program-program apa kira-kira yang bisa kita sinergikan dengan pemerintah, misalnya dengan bagian kesra pemda, kemudian kita adakan semacam program pranikah. Ini menurut saya sangat baik. Kalau masjid bersama pemerintah mengadakan kursus pranikah dengan narasumber profesor-profesor, tentu dari UGM ada. Kita turunkan profesor-profesor karena Pemkot juga sudah MOU dengan 49 perguruan tinggi. Di dalamnya ada para siswa, psikiater, dan tenaga ahli lainnya,” jelas Hasto.
Menurutnya, kursus pranikah dapat dilaksanakan secara daring maupun tatap muka. Ia menilai program tersebut sangat penting karena banyak pasangan yang ingin menikah dengan semangat menjalankan separuh agama, namun belum sepenuhnya siap secara kedewasaan emosional.
“Kursus pranikah atau kelas pranikah ini sangat bermanfaat untuk persiapan betul secara psikis, diniyah, mental, spiritual, kemudian juga fisik siap. Nanti juga bisa kita datangkan dokter-dokter. Orang mau nikah kan tentu ingin punya anak, jadi kesiapan kesehatan juga perlu,” ungkapnya.
Hasto juga menyampaikan, program ini dapat menjadi inovasi baru bagi masjid-masjid di Kota Yogyakarta. Ia berharap, ke depan kelas pranikah tersebut dapat berkembang dengan peserta hingga ratusan orang.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo saat bersama pengurus Masjid Al-Irsyad, Seenin (2/3).

Namun ia menekankan agar pengelolaan yang dilakukan secara bertahap dan tidak terburu-buru berorientasi pada biaya. “Suatu saat kalau sudah jadi, pesertanya ratusan dan mungkin berbayar. Tapi tidak perlu buru-buru. Yang sudah lulus nanti bisa kita wisuda,” ujarnya.
Selain kelas pranikah, Hasto turut mendorong pengembangan sekolah lansia di lingkungan masjid. Ia berharap masjid di Kota Yogyakarta dapat menjadi pusat pemberdayaan atau center of excellence serta center of referral, sebagaimana berkembangnya Masjid Jogokariyan, namun dengan karakter dan inovasi yang berbeda.
“Nanti orang mampir ke sini karena ikut kursus. Sekarang pemasaran juga bisa secara online. Saya kira banyak hal yang bisa kita lakukan,” katanya.

Pada kesempatan ini juga dilakukan pemberian bantuan kepada Masjid Al-Irsyad dari BPD DIY yang diserahkan secara langsung oleh Direktur BPD DIY Cab Yogyakarta Gunawan Hasri Baskoro kepada Takmir Masjid Al-Irsyad, Helmi Kurniawan sebesar Rp. 2,5 juta.

Pemberian bantuan untuk Masjid Al-Irsyad dari BPD DIY Cab Yogyakarta.

Sementara itu, Takmir Masjid Al-Irsyad, Helmi Kurniawan, menyambut baik gagasan tersebut. Ia menegaskan komitmen pengurus masjid untuk terus mengembangkan diri menjadi masjid pemberdaya yang memakmurkan masyarakat, baik jamaah lokal maupun di luar lingkungan masjid.
“Alhamdulillah keberadaan masjid ini sangat terasa manfaatnya di masyarakat. Banyak didukung oleh jamaah dan orang-orang baik yang memberikan kepercayaan kepada kami. Insyaallah ke depan Masjid Al-Irsyad akan menjadi masjid yang lebih baik,” ujarnya.