Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Perwakilan Komisi X DPR RI dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan pelatihan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Acara yang berlangsung di Bangsal Sewokoprojo, Jumat, (6/3/2026) ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan teknologi modern guna meningkatkan pendapatan ekonomi.
Bupati Gunung Kidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam sambutannya menekankan pentingnya beradaptasi dengan “semangat zaman” yang terus berubah. Ia menyoroti bagaimana kecerdasan buatan kini mampu menciptakan konten visual yang unik, seperti foto yang bisa berbicara hingga video kreatif lainnya.
“Saya juga berharap teknologi AI ini dapat mempermudah aktivitas ekonomi para pelaku UMKM di Gunungkidul.” kata Bupati.
Bupati Gunungkidul juga berterima kasih atas perhatian dari Wakil Komisi X DPR RI, Myesti Wijayanti yang telah memberikan program pelatihan tersebut.
“Mudah-mudahan dengan kecerdasan buatan ini bisa mempermudah kita untuk melakukan aktivitas ekonomi yang harapannya bisa meningkatkan pendapatan bagi para pelaku UMKM,” ujar Bupati Endah.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MyEsti Wijayati, yang hadir dalam kesempatan tersebut, menekankan bahwa AI dapat digunakan untuk hal-hal produktif, seperti memperbaiki kemasan produk dan strategi pemasaran lewat platform digital. Ia mencontohkan bagaimana produk lokal seperti jamu atau telur asin dapat dikemas dan dipromosikan secara lebih menarik melalui bantuan teknologi AI agar jangkauan pasarnya semakin luas.
Selain pelaku UMKM, pelatihan ini juga menyasar para Guru Paruh Waktu (GTT) dan tenaga administrasi paruh waktu. Myesti menyoroti pentingnya memberikan bekal keterampilan tambahan bagi para pendidik agar mereka memiliki kemandirian ekonomi di tengah tantangan penghasilan yang terbatas.
“Kita mencoba selalu meningkatkan keterampilan guru-guru paruh waktu di samping usaha secara APBN atau APBD, tapi bekal keterampilan harus dimiliki untuk terus bisa bertahan dan meningkatkan perekonomian,” ungkap My Esti.
Dalam kegiatan ini, pihak BRIN hadir sebagai mitra strategis untuk memberikan pembekalan teknis terkait riset dan inovasi,
“Bahwa peran BRIN disini sangat krusial sebagai “otak” dalam melakukan riset terhadap berbagai persoalan, mulai dari ketahanan pangan hingga pengolahan hasil laut agar memiliki nilai jual lebih tinggi.” ujarnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh anggota DPRD Provinsi DIY, Dimas Kursiswanto, serta tim analis kebijakan dari BRIN.


