GONDOMANAN,REDAKSI17.COM — Pembinaan Klien Pemasyarakatan tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi pemasyarakatan semata, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Untuk itu, Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Ngabuburit bersama Pemerintah Kota Yogyakarta, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan serta klien pemasyarakatan yang berlangsung di Griya Abhipraya Purbonegoro, Gondomanan, Yogyakarta, pada Selasa (10/3).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembimbingan kepribadian dan kerohanian bagi Klien Pemasyarakatan selama bulan suci Ramadan.
Dalam kesempatan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Yogyakarta, Yunianto Dwisutono, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang mempererat hubungan antara klien pemasyarakatan dengan masyarakat.
Menurutnya, silaturahmi dan buka puasa bersama bukan sekadar kegiatan makan bersama menjelang waktu berbuka, tetapi juga menjadi ruang untuk saling mendekatkan diri sebagai sesama manusia.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Yogyakarta, Yunianto Dwisutono mengikuti kegiatan Ngabuburit bersama Pemerintah Kota Yogyakarta, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan serta klien pemasyarakatan yang berlangsung di Griya Abhipraya Purbonegoro, Gondomanan, Yogyakarta, pada Selasa (10/3).

“Kadang dalam kehidupan, yang paling kita butuhkan bukan hanya nasihat, tetapi juga perasaan bahwa kita tidak sendirian. Bahwa masih ada orang lain yang peduli, yang mau mendengarkan, dan yang memberi kesempatan untuk berubah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa masa lalu tidak dapat diubah, namun masa depan masih dapat dipersiapkan dengan niat dan usaha untuk memperbaiki diri.
“Masa lalu memang tidak bisa kita ubah, tetapi masa depan masih bisa kita siapkan. Selama seseorang masih memiliki niat untuk memperbaiki diri, selama seseorang masih mau belajar dan berusaha, maka selalu ada harapan di depan,” tambahnya.
Yunianto berharap, momentum Ramadan dapat menjadi titik awal bagi para klien pemasyarakatan untuk memperkuat kesabaran, pengendalian diri, serta memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan DIY, Lili S.H., M.H., mengungkapkan, kegiatan seperti ini memiliki makna penting bagi para klien yang sedang menjalani proses pembimbingan di Balai Pemasyarakatan.

Yunianto Dwisutono bersama  Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan DIY, Lili S.H., M.H., saat foto bersama klien pemasyarajatan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah bersinergi menyelenggarakan kegiatan tersebut, termasuk Pemerintah Kota Yogyakarta, BAZNAS DIY, Griya Abhipraya Purbonegoro Bapas Kelas I Yogyakarta, serta Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa proses pembinaan dan reintegrasi sosial bagi Klien Pemasyarakatan bukan hanya menjadi tanggung jawab institusi pemasyarakatan semata, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan pengajian dan buka puasa bersama ini merupakan bagian dari program bimbingan kepribadian yang bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan para klien kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, diharapkan para klien dapat memperkuat nilai-nilai spiritual, memperbaiki diri, serta menumbuhkan semangat menjalani kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat,”ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS DIY juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada Klien Pemasyarakatan sebagai bentuk kepedulian sosial.
Pihaknya juga berpesan kepada para klien agar memanfaatkan setiap proses pembimbingan dengan sebaik-baiknya. “Jadikan bulan Ramadan ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta menata masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.