KOTAGEDE,REDAKSI17.COM – Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memberikan apresiasi kepada Palang Merah Indonesia Kota Yogyakarta atas upayanya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mengembangkan kegiatan kepalangmerahan, serta memperluas jejaring kerja sama, termasuk dalam aspek manajemen dan keuangan.
Apresiasi tersebut disampaikan Hasto saat menghadiri kegiatan buka bersama pengurus, pegawai, dan relawan PMI Kota Yogyakarta yang berlangsung di Aula Klinik Pratama Lantai 2 PMI, Jalan Tegalgendu No. 25 Kotagede, Kota Yogyakarta, Rabu (11/3).
Dalam kesempatan tersebut, Hasto menilai PMI Kota Yogyakarta telah mengalami transformasi yang sangat signifikan dibandingkan sebelumnya. Ia bahkan mengaku terkesan dengan fasilitas dan infrastruktur yang dimiliki saat ini.
“Tempatnya jauh berbeda dengan yang dulu. Kalau sekarang saya masuk, rasanya seperti mengalahkan rumah sakit swasta. Peralatannya sudah standar rumah sakit, bahkan standar kamar operasi, sebagai upaya awal untuk mencegah infeksi,” ujarnya.
Menurut Hasto, PMI merupakan lembaga yang bergerak dalam human intervention model, yakni organisasi yang berfokus pada penanganan nilai-nilai kemanusiaan.
Menurutnya, hal ini termasuk yang paling menantang karena aktivitasnya berkaitan langsung dengan persoalan kemanusiaan, sementara sumber pendanaannya tidak selalu stabil.
“Biasanya organisasi dengan model human intervention ini sulit mewujudkan fasilitas yang bagus. Tapi saya jujur sangat mengapresiasi karena infrastrukturnya sangat di atas rata-rata yang kita lihat,” jelas Hasto.
Ia menilai keberhasilan PMI Kota Yogyakarta menghadirkan fasilitas yang baik sekaligus memberikan pelayanan berkualitas merupakan contoh sukses penerapan human entrepreneurship model.
Selain fasilitas yang memadai, Hasto juga mengapresiasi kenyamanan pelayanan donor darah di PMI Kota Yogyakarta. Ia mengaku merasakan langsung kenyamanan tersebut.

“Pelayanannya sangat bagus. Saya sudah merasakan sendiri ketika ambil darah, tempatnya nyaman, ada televisi, tempat tidurnya juga nyaman,” ungkapnya.
Hasto juga menyampaikan terima kasih karena layanan PMI Kota Yogyakarta tidak hanya melayani kebutuhan warga Kota Yogyakarta, tetapi juga menjangkau wilayah di luar kota, termasuk hingga Kabupaten Klaten.
Hasto berharap, kedepan PMI dapat memperluas layanan kemanusiaannya, termasuk dalam bidang kesehatan dan sosial. Ia mencontohkan layanan cuci darah yang telah berjalan saat ini sebagai langkah yang sangat baik karena kebutuhan alat cuci darah di Kota Yogyakarta masih terbatas dan banyak pasien yang harus antri.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Yogyakarta, Irjen Pol (Purn) Haka Astana menyampaikan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kinerja organisasi dengan mengikuti mekanisme birokrasi yang ada, termasuk dalam penyusunan program kerja dan anggaran.
Ia menjelaskan, pada tahun 2024 pihaknya telah menyusun program kerja dan anggaran yang kemudian dilaporkan pada tahun 2025. Dari program tersebut, PMI Kota Yogyakarta berhasil menambah sejumlah fasilitas, termasuk pengadaan dua unit mobil serta penguatan peralatan laboratorium.
Untuk tahun 2025, PMI menargetkan pengelolaan anggaran sebesar Rp 32 miliar dalam setahun, namun realisasinya mencapai sekitar Rp29 miliar. Sementara untuk 2026, PMI menargetkan pengelolaan anggaran sebesar Rp 27 miliar, baik untuk pendapatan maupun pengeluaran.
“Mudah-mudahan ke depan kami selalu mendapat perlindungan dan arahan, sehingga kegiatan PMI bisa berjalan lebih rapi, lebih tertib, dan semakin baik dalam melayani masyarakat,” ujarnya.



