Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima kunjungan dari Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA, M.M.R.S., pada Kamis (12/03). Dalam pertemuan ini, Sri Sultan kembali memastikan para mahasiswa luar DIY dapat dengan mudah mengakses pelayanan BPJS Kesehatan di DIY.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti usai mendampingi Sri Sultan dalam pertemuan di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta tersebut. “Ngarsa Dalem tadi berpesan terkait Yogyakarta sebagai kota pelajar, tentu banyak mahasiswa luar DIY yang ada di sini. Ini menjadi bagian penting, karena mahasiswa pasti bisa sakit, jadi bagaimana mereka bisa mendapatkan fasilitas dari JKN ini,” ungkap Made.
Made pun mengungkapkan, tujuan utama kedatangan Direktur Utama BPJS Kesehatan ini ialah untuk memperkenalkan diri sebagai pejabat baru. Menurut Made, Prihati Pujowaskito juga sempat mengungkapkan apresiasinya terhadap DIY yang mampu meraih cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan hingga 99%.
“Alhamdulillah cakupan kepesertaan kita sudah 99%. Soal verifikasi data peserta PBI yang dinonaktifkan, kalau di DIY semua aman, tidak ada kendala,” paparnya.
Sementara itu, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto mengatakan, capaian cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan DIY yang hampir sempurna diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Dan menyangkut mahasiswa luar DIY yang sedang menempuh pendidikan di DIY, tetap akan dilayani selama kepesertaan JKN mereka aktif.
“Sesuai dengan aturan perundangan, ada asas portabilitas, yakni memberikan jaminan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan, mudah, cepat, dan setara kepada peserta di seluruh wilayah Indonesia. Tentu hal ini juga berlaku di DIY karena mahasiswa yang ada tentu berasal dari berbagai daerah,” paparnya.
Untuk peserta BPJS PBI, menurut Akmal, persoalan yang ada sudah beres. Untuk proses aktivasi para peserta sudah berjalan dengan baik. Pihaknya terakhir kali juga telah berkoordinasi dengan lintas kementerian. “Selama tiga bulan ini, kami monitor secara berkala. Artinya peserta khusus yang penyakit katastropik sudah diaktifkan kembali. Jadi sudah selesai,” imbuhnya.
Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba mengatakan, terkait mahasiswa luar DIY yang ingin mendapatkan layanan JKN, dapat mengubah data faskes pertama dengan memilih faskes yang ada di DIY. Dalam hal ini, BPJS Kesehatan juga memiliki program BPJS Goes to Campus yang nantinya akan bersinergi dengan pihak kampus negeri maupun swasta, termasuk di DIY.
“Kami mendapat data, di DIY setiap tahunnya kedatangan 300ribu mahasiswa baru. Tentunya dengan program ini, kami dapat terus mendukung para mahasiswa untuk tetap menjaga kesehatan. Dan kami juga berharap mereka bisa terus menjaga kesehatan mereka,” imbuhnya.
HUMAS DIY





