Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Suasana khidmat menyelimuti Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, saat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Malam Tirakatan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 271 DIY pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Acara yang mengusung tema Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, termasuk Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto yang hadir memberikan penghormatan pada momentum bersejarah tersebut.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam sambutannya menekankan bahwa peringatan tirakatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan atau pelestarian tradisi tanpa makna. Menurut Sultan, kegiatan ini merupakan wujud nyata penghormatan dan penghargaan mendalam terhadap jasa para leluhur yang telah meletakkan fondasi peradaban di Yogyakarta.
Momentum ini harus menjadi ruang untuk meneguhkan rasa memiliki, kesetiaan, serta komitmen kolektif dalam menjaga nilai-nilai luhur warisan pendahulu. Sultan menyebutkan bahwa rasa cinta dan hormat ditujukan kepada para raja dan leluhur, baik dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat maupun Kadipaten Pakualaman, yang menjadi cikal bakal berdirinya tata pemerintahan di DIY hingga saat ini.
|
Dalam suasana yang penuh ketenangan tersebut, Sultan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanjatkan doa agar para leluhur mendapatkan tempat yang mulia di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Beliau berharap melalui laku tirakatan ini, DIY senantiasa dilimpahi keberkahan, kelancaran, dan keselamatan bagi seluruh warganya.
Puncak acara ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. Potongan tumpeng tersebut menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan panjang Yogyakarta yang kini telah mencapai usia lebih dari dua setengah abad, sekaligus harapan agar langkah Yogyakarta ke depan tetap berpijak pada akar budaya yang kuat.




