Nama Bregada Jagakarya berasal dari kata jaga dan karya. Kata jaga berarti menjaga dan karya berarti tugas atau pekerjaan. Secara filosofis Jagakarya bermakna prajurit yang mengemban tugas selalu menjaga dan mengamankan jalannya pelaksanaan pemerintahan dalam kerajaan.
Klebet prajurit Jagakarya adalah Papasan. Berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar merah, ditengahnya terdapat lingkaran dengan warna hijau. Papasan mungkin berasal dari nama tumbuhan atau burung papasan. Namun ada pendapat lain yang menyatakan kalau Papasan berasal dari kata dasar papas menjadi amapas yang berarti menghancurkan. Jika demikian, Papasan berarti pasukan pemberani yang dapat menghancurkan musuh dengan teguh.
Senjata yang digunakan oleh anggota Bregada Prajurit Jagakarya adalah tombak (waos) dan senapan. Tombak pusakanya bernama Kanjeng Kiai Trisula dengan bentuk ujung (dapur) yang juga dinamakan Trisula. Pada saat berjalan cepat (mars), Bregada Prajurit Jagakarya diiringi dengan Gendhing Tameng Madura. Apabila berjalan lambat (lampah macak) akan diiringi dengan Gendhing Slahgendir.





