Home / Daerah / Semarak Hari Jadi DIY, Dinsos Hidupkan Geguritan dan Gagrag Ngayogyakarta

Semarak Hari Jadi DIY, Dinsos Hidupkan Geguritan dan Gagrag Ngayogyakarta

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Suasana hangat dan kental dengan nuansa budaya Jawa terasa di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) DIY, Kamis (12/3). Di tengah rutinitas pelayanan sosial, halaman hingga lorong kantor berubah menjadi ruang ekspresi budaya. Lantunan geguritan menggema dari Aula Timur, sementara para pegawai melangkah anggun mengenakan busana gagrag Ngayogyakarta yang menghiasi lobi dan koridor gedung.
Melalui kegiatan lomba baca geguritan dan peragaan busana tradisional tersebut, Dinsos DIY ikut menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-271 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan ini menjadi cara sederhana namun bermakna untuk menghidupkan kembali sastra Jawa sekaligus memperkenalkan nilai-nilai budaya Yogyakarta di lingkungan kerja.
Para peserta berasal dari berbagai unsur di lingkungan Dinsos DIY, mulai dari sekretariat, bidang, hingga enam balai pelayanan sosial. Mereka tidak sekadar mengikuti perlombaan, tetapi juga ikut merawat tradisi budaya Jawa yang menjadi bagian dari identitas daerah.
Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memeriahkan Hari Jadi ke-271 DIY sekaligus memperkuat kebersamaan antarpegawai.
“Kami di Dinas Sosial ikut memeriahkan dengan berbagai kegiatan kebersamaan seperti peragaan busana, geguritan, pengajian, serta berbagi sembako kepada teman-teman yang bekerja di lingkungan dinas. Harapannya, kita dapat bersama-sama menyambut Hari Jadi DIY dengan penuh kegembiraan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kajian keagamaan serta penyerahan bantuan sembako kepada pegawai non-ASN, seperti PPPK dan tenaga harian. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi yang bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan.
Endang menambahkan kegiatan ini juga memiliki nilai penting dalam menumbuhkan semangat kerja sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di antara seluruh unsur pegawai. Keterlibatan ASN, PPPK, hingga petugas pendukung seperti petugas kebersihan dan keamanan diharapkan mampu membangun motivasi dalam menjalankan tugas pelayanan sosial kepada masyarakat.
“Ini bagian dari upaya menumbuhkan nilai budaya, kepedulian, dan kebersamaan agar kita semua dapat bekerja lebih semangat dalam menjalankan amanah di bidang kesejahteraan sosial,” ungkapnya.
Ketua panitia kegiatan, Yudi Aditya Nugraha, menjelaskan lomba tersebut diikuti perwakilan dari sekretariat, bidang, serta enam balai di lingkungan Dinsos DIY. Lomba baca geguritan diikuti 22 peserta yang terbagi dalam kategori putra dan putri, sementara lomba peragaan busana gagrag Ngayogyakarta diikuti pasangan peserta dari masing-masing unit kerja.
Menurut Yudi, pemilihan geguritan dan busana gagrag Ngayogyakarta dilakukan sebagai bagian dari upaya nguri-uri budaya Jawa sekaligus memperkuat kekompakan antarpegawai yang tersebar di berbagai unit kerja.
“Melalui geguritan dan busana gagrag Jogja, para pegawai tidak hanya tampil dalam perlombaan, tetapi juga belajar kembali memahami nilai-nilai budaya yang menjadi identitas Yogyakarta,” jelasnya.
Dalam lomba baca geguritan, para peserta menampilkan karya bertema “Ngayogyakarta” yang dinilai berdasarkan kaidah estetika sastra Jawa yang dikenal dengan istilah 4W, yakni Wicara (kualitas vokal), Wirasa (penjiwaan), Wirama (irama), dan Wiraga (ekspresi tubuh).
Sementara itu, lorong gedung hingga halaman depan kantor Dinsos DIY pun berubah menjadi panggung peragaan busana gagrag Ngayogyakarta. Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada busana, tetapi juga pada keluwesan berjalan, sikap, serta tata krama Jawa yang mencerminkan nilai andhap asor.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Dinsos DIY berupaya menghidupkan kembali geguritan dan busana gagrag Ngayogyakarta sebagai bagian dari budaya yang terus dirawat di tengah aktivitas pemerintahan. Tidak sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan untuk mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan nilai budaya dalam lingkungan kerja.
Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *