Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Upaya memperkuat pembinaan olahraga prestasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus dilakukan melalui berbagai langkah kolaboratif. Salah satunya melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY dan Rumah Sakit (RS) Hermina Yogya tentang pelayanan kesehatan rujukan bagi atlet.
MoU tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum KONI DIY yang juga Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X bersama Direktur RS Hermina Yogya Deltania Herwendanasari di Aula Kantor KONI DIY, Jumat (13/3). Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memberikan dukungan layanan kesehatan yang lebih komprehensif bagi para atlet di DIY.
Sri Paduka mengatakan, KONI DIY sebagai organisasi yang mengelola dan membina olahraga prestasi memiliki tanggung jawab besar terhadap kesejahteraan atlet. Dalam berbagai kegiatan olahraga, menurutnya selalu terdapat risiko cedera maupun persoalan kesehatan lain yang perlu diantisipasi secara profesional.
“Kerja sama dengan RS Hermina Yogya ini tidak hanya untuk menangani kecelakaan akibat kegiatan olahraga, tetapi juga untuk mendukung pembinaan atlet secara menyeluruh, termasuk aspek gizi, psikologi, dan berbagai kebutuhan kesehatan lainnya,” ujar Sri Paduka.
Sri Paduka juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara KONI DIY dan RS Hermina Yogya. Menurutnya, pembinaan olahraga tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar atlet dapat berkembang secara optimal. Dalam kesempatan tersebut, Sri Paduka juga berpesan kepada seluruh atlet KONI DIY agar bersama-sama terus meningkatkan prestasi dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki.
Sementara itu, Wakil Ketua III KONI DIY M. Anggraini Adriani menyebutkan saat ini KONI DIY membina lebih dari 4.000 atlet dari berbagai cabang olahraga. Jumlah tersebut menjadikan kerja sama dengan berbagai rumah sakit sebagai kebutuhan penting untuk memastikan seluruh atlet mendapatkan layanan kesehatan terbaik.
“Harapannya KONI DIY tidak hanya hadir sebagai organisasi atau gedung semata, tetapi benar-benar mampu memberikan fasilitas dan layanan terbaik bagi para atlet, termasuk dalam hal kesehatan,” ungkap Anggi.
Direktur RS Hermina Yogya Deltania Herwendanasari menjelaskan pihaknya memiliki berbagai layanan unggulan yang dapat mendukung kebutuhan kesehatan atlet. Di antaranya melalui dukungan dokter spesialis ortopedi, spesialis jantung, rehabilitasi medik, fisioterapi, ahli gizi, hingga psikolog dan dokter kesehatan jiwa.
Menurutnya, penanganan kesehatan atlet tidak hanya berfokus pada pemulihan cedera fisik, tetapi juga kesiapan mental agar atlet mampu kembali berlatih dan bertanding secara optimal. “Kami menyiapkan layanan yang mendukung atlet mulai dari aktivitas sehari-hari hingga kembali ke arena pertandingan. Masalah kesehatan atlet tidak hanya fisik, tetapi juga mental agar siap kembali bertanding,” tandasnya.
Deltania menambahkan, risiko cedera justru sering terjadi saat masa latihan dibandingkan ketika bertanding. Karena itu, melalui kerja sama ini RS Hermina Yogya berharap dapat memberikan dukungan kesehatan yang berkelanjutan bagi para atlet KONI DIY.
“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya berlangsung satu atau dua tahun, tetapi dapat terus berkembang dan berkelanjutan. RS Hermina Yogya ingin terus mendukung KONI DIY, tidak hanya untuk menghadapi PON, tetapi juga berbagai event olahraga lainnya,” imbuhnya.
Rangkaian kegiatan penandatanganan MoU tersebut diawali dengan bincang seputar kesehatan di bidang olahraga, kemudian ditutup dengan buka puasa bersama anggota KONI DIY di Kantor KONI DIY. Suasana kebersamaan pun terasa hangat dalam momentum kolaborasi demi kemajuan olahraga di DIY.
Humas Pemda DIY




