
Pondok Cabe,REDAKSI17.COM – Direktorat Kepolisian Udara Korpolairud Baharkam Polri mengembangkan inovasi AEROSAFER Pangan (Collaborative Air Support Model) sebagai bentuk dukungan operasi udara dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah prioritas yang memiliki keterbatasan akses darat.
AEROSAFER Pangan digagas oleh Kombes Pol. Heri Setianto, S.E., M.M., Kasubdit Fasharkan Ditpoludara Korpolairud, dalam rangka Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I Angkatan 66 Tahun 2026.
Program ini mengintegrasikan kemampuan pemantauan udara, pengumpulan data, pemetaan wilayah, koordinasi lintas instansi, serta respons cepat terhadap berbagai potensi gangguan di kawasan pertanian. Gangguan tersebut antara lain kebakaran hutan dan lahan, bencana alam, kerusakan jaringan irigasi, hambatan distribusi, serta kondisi geografis yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Pelaksanaan AEROSAFER Pangan didukung melalui penggunaan pesawat udara Polri dan sistem AERO Support Board, yaitu dashboard yang menyediakan informasi hasil pemantauan udara sebagai bahan koordinasi, pelaporan, dan pengambilan keputusan secara cepat dan terukur.
Kombes Pol. Heri Setianto menjelaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga membutuhkan sistem pengawasan, perlindungan, dan respons yang cepat terhadap setiap ancaman.
“AEROSAFER Pangan diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Polri, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, kelompok tani, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kawasan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Program ini juga mendorong penyusunan standar operasional prosedur permintaan dukungan udara agar pengerahan pesawat dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan dan tepat sasaran, serta sesuai dengan ketentuan keselamatan penerbangan.
Dalam pelaksanaannya, Ditpoludara Korpolairud akan berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, AirNav Indonesia, serta unsur terkait lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan sistem dukungan udara yang terpadu, efektif, dan berkelanjutan.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian dalam pengembangan program ini adalah Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Wilayah tersebut memiliki potensi pertanian yang besar, tetapi juga menghadapi tantangan berupa luasnya kawasan, keterbatasan akses, kondisi lahan rawa, serta ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Melalui pemantauan udara, kondisi kawasan pertanian dapat diketahui secara lebih cepat dan menyeluruh. Informasi yang diperoleh selanjutnya dapat digunakan oleh instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan, perbaikan infrastruktur, pengamanan wilayah, maupun pemberian bantuan kepada masyarakat.
Pengembangan AEROSAFER Pangan dilaksanakan secara bertahap, mulai dari pembentukan tim efektif, penyusunan profil kapabilitas, penyusunan SOP, dan pembangunan AERO Support Board. Tahap berikutnya meliputi pelaksanaan uji coba di wilayah prioritas, penguatan kerja sama lintas instansi, serta replikasi program secara nasional.
Dengan mengoptimalkan kemampuan penerbangan Polri dan memperkuat kolaborasi antarinstansi, AEROSAFER Pangan diharapkan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan produksi, distribusi, dan keamanan pangan Indonesia.
“Dari langit menjaga pangan, dari pangan menjaga negeri.”




