Home / Politik dan Sejarah / AHY Gunakan Hasil Lelang Lukisan Karya SBY untuk Perkuat Rasa Kemanusiaan di Tengah Situasi Global

AHY Gunakan Hasil Lelang Lukisan Karya SBY untuk Perkuat Rasa Kemanusiaan di Tengah Situasi Global

Jakarta,REDAKSI17.COM – Pada Februari 2026 lalu, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melelang hasil karya lukisannya yang berjudul ‘Kuat dan Laksana Kuda Api’ dan berhasil terjual senilai Rp 6,5 miliar ke tangan Dato’ Low Tuck Kwong, seorang pendiri PT Bayan Resources Tbk asal Singapura.

Menurut sang putra yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), salah satu kegiatan yang didanai dari hasil penjualan lukisan itu adalah bakti sosial di Gereja Katolik Santo Andreas, Kedoya, Jakarta Barat, Minggu 12 April 2026.

“Hasil lelang lukisan Pak SBY sepenuhnya digunakan untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk bantuan hari ini,” ujar AHY seperti dikutip dari siaran pers, Senin (13/4/2026).

AHY menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Partai Demokrat untuk hadir membantu masyarakat, khususnya kelompok prasejahtera.

“Saya berada di Gereja Santo Andreas, Kedoya, bersama para pengurus dan jemaat. Semangat kegiatan ini adalah agar Demokrat terus menjadi bagian dari solusi dan meringankan beban masyarakat yang membutuhkan,” tutur AHY di lokasi.

Ia menegaskan, bantuan sosial berupa sembako dan kebutuhan pokok diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi tekanan.

AHY berpandangan, situasi global yang tidak menentu, termasuk konflik di berbagai kawasan dunia, berpotensi berdampak pada kondisi ekonomi Indonesia.

“Kita tahu dunia saat ini penuh ketidakpastian. Konflik global, termasuk di Timur Tengah, bisa berdampak pada ekonomi, energi, dan biaya hidup masyarakat. Karena itu kita harus waspada,” ucap dia.

Meski demikian, AHY memastikan pemerintah berupaya menekan dampak tersebut, terutama di sektor energi dan transportasi.

“Kami di pemerintah berusaha sekuat tenaga agar masyarakat tidak terlalu terdampak, termasuk dalam biaya transportasi dan kebutuhan energi,” ungkap pria yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu.

“Infrastruktur harus menyentuh kehidupan rakyat, mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan dan ketimpangan, serta memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air,” imbuh AHY menandasi.

Senada dalam kegiatan yang sama, Ketua Partai Demokrat DKI Jakarta Mujiyono mengatakan, kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk nyata kehadiran partai di tengah masyarakat lintas komunitas dan agama.

Dia meyakini, momentum Paskah menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai solidaritas dan kepedulian sosial.

“Kami di DPD Demokrat DKI Jakarta ingin memastikan bahwa kehadiran partai benar-benar dirasakan masyarakat. Kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi wujud kepedulian nyata kepada warga yang membutuhkan,” kata Mujiyono.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pengurus partai, gereja, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan kegiatan tersebut.

“Sinergi seperti ini penting untuk terus dijaga, karena persoalan sosial tidak bisa diselesaikan sendiri. Harus bersama-sama, dengan semangat gotong royong,” papar Mujiyono.

Sementara itu, Ketua Panitia Bakti Sosial Merry Riana mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga bentuk kehadiran dan kepedulian langsung kepada masyarakat.

“Bantuan bisa dikirimkan, tapi kepedulian harus dihadirkan. Kehadiran Pak AHY di sini menunjukkan komitmen nyata,” yakin Merry.

Merespons kegiatan tersebut, Pastor Kepala Paroki di Gereja Katolik Santo Andreas Kedoya, Pastor Jhems Hendrik Kumolontang, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran AHY bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata solidaritas.

“Kami yakin ini bukan hanya kegiatan simbolis, tetapi wujud kepedulian yang membawa harapan dan sukacita bagi masyarakat,” dia menutup.

Sebagai informasi, bantuan yang dibagikan kepada ribuan jemaat dalam rangka perayaan Paskah itu berupa sembako yang juga disematkan di dalamnya rosario dan lilin sebagai bentuk penguatan spiritual dan menegaskan Partai Demokrat sebagai Partai Nasionalis-Religius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *