
JAKARTA,REDAKSI17.COM – Anggota DPR RI dari dapil NTB I, Mori Hanafi, berharap seluruh stakeholder dapat mempersiapkan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 secara lebih profesional, nyaman, dan matang meski ajang balap dunia tersebut masih akan berlangsung pada Oktober mendatang.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat terhadap MotoGP Mandalika harus dijawab dengan peningkatan kualitas pelayanan di berbagai sektor, mulai dari transportasi, penginapan, akses masuk, area parkir, hingga kenyamanan penonton selama berada di kawasan Mandalika.
“Animo masyarakat sangat besar. Karena itu saya berharap seluruh stakeholder bisa mengatur event ini dengan lebih profesional dan nyaman ke depan agar masyarakat benar-benar menikmati pengalaman menonton MotoGP di Mandalika,” ujar Mori, Senin (11/5/2026).
Ia juga mendorong agar harga tiket MotoGP Mandalika dapat dibuat lebih ekonomis dan terjangkau sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda dan pecinta balap nasional, bisa hadir langsung menyaksikan ajang internasional tersebut.
“Kalau memungkinkan, tiket bisa lebih ekonomis agar semakin banyak masyarakat yang bisa datang dan merasakan atmosfer MotoGP secara langsung. Ini bukan hanya event olahraga, tapi kebanggaan Indonesia,” katanya.
Legislator Partai NasDem itu menilai kehadiran MotoGP Mandalika mulai memberikan dampak nyata terhadap perkembangan dunia balap nasional.
Ia menyebut Indonesia kini memiliki harapan baru melalui kiprah Veda Ega Pratama di Moto3, setelah sebelumnya publik menaruh perhatian besar kepada Mario Suryo Aji di Moto2.
“Sekarang kita punya pahlawan baru, Veda Pratama. Sebelumnya kita hanya punya Mario Aji di Moto2. Ini bukti bahwa Mandalika bukan hanya tempat balapan, tetapi bisa menjadi mesin baru lahirnya pembalap-pembalap lokal Indonesia,” ungkapnya.
Menurutnya, atmosfer MotoGP di Mandalika telah membuka mimpi baru bagi generasi muda Indonesia untuk berani menembus level balap internasional sekaligus membangun masa depan motorsport nasional yang lebih besar dan kompetitif. (*)



