Beranda / Daerah / Sapi Sehat dan Surplus, Kulon Progo Terapkan Skrining Ketat Berlapis

Sapi Sehat dan Surplus, Kulon Progo Terapkan Skrining Ketat Berlapis

Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Menjelang Iduladha 1447 H, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY memastikan bahwa ketersediaan hewan kurban sapi di Kulon Progo dalam kondisi surplus. Tidak hanya sekadar mencukupi secara kuantitas, kualitas hewan kurban di wilayah ini juga menjadi prioritas utama melalui pengawasan yang sangat ketat.

Kepala Biro Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Eling Priswanto, mengatakan hal demikian saat meninjau Damar Wulan Farm dan Wasilah Farm Panjatan, Kulon Progo, Selasa (12/05). Ia menegaskan bahwa ketersediaan yang melimpah ini dibarengi dengan jaminan kesehatan hewan bagi konsumen.

Kulon Progo mematok standar yang sangat tinggi untuk kesehatan hewan kurban. Kondisi tersebut dicapai melalui mekanisme skrining tiga lapis (triple screening) yang memastikan setiap ekor sapi yang beredar telah terverifikasi secara medis.

Eling menjelaskan bahwa pengawasan dimulai sejak di daerah asal (seperti Bali dan Madura), dilanjutkan dengan pemeriksaan di pintu masuk Pulau Jawa, hingga pemeriksaan final oleh tim medik veteriner saat tiba di kandang-kandang penampungan di Kulon Progo.

“Laporan dari teman-teman pedagang menunjukkan bahwa Kulon Progo adalah salah satu wilayah dengan pengawasan paling ketat. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan daging yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Skrining ini krusial agar tidak ada hewan yang terindikasi penyakit menular masuk ke meja konsumsi,” ujar Eling.

Meskipun ketersediaan berada pada kondisi surplus, harga di tingkat pedagang terpantau tetap stabil. Untuk sapi jenis Bali, harga rata-rata saat ini berkisar di angka Rp71.000 per kilogram bobot hidup, relatif sama dengan harga pada tahun sebelumnya.

Kestabilan ini dipicu oleh keseimbangan antara pasokan yang melimpah dengan permintaan masyarakat yang mulai meningkat. Sebagai gambaran perbandingan, di Kabupaten Gunungkidul tersedia stok hingga 11.000 ekor dengan permintaan sekitar 4.500 ekor, sebuah tren surplus yang juga tercermin di Kulon Progo.

Dalam pantauan tersebut, terungkap bahwa permintaan pasar menjelang Iduladha 1447 H ini memang didominasi oleh sapi asal Bali dan Madura. Eling menyebutkan bahwa meski sapi lokal tetap menjadi penopang kebutuhan daging harian, untuk momentum kurban, masyarakat cenderung memilih sapi luar daerah karena faktor standar ukuran dan harga yang kompetitif.

“Secara keseluruhan, untuk wilayah DIY, stok sapi sangat mencukupi. Kami akan segera merekapitulasi data dari lima kabupaten dan satu kota untuk kemudian dipaparkan secara komprehensif dalam konferensi pers mendatang,” tambahnya.

Melalui pengawasan yang terintegrasi antara TPID, Dinas Pertanian dan Pangan, serta para pelaku usaha ternak, Kulon Progo optimis pelaksanaan ibadah kurban tahun ini akan berjalan lancar dengan jaminan kualitas pangan yang terjaga bagi seluruh lapisan masyarakat.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *