
KALIBAWANG,REDAKSI17.COM — Bupati Kulon Progo, R. Agung Setyawan, secara resmi menutup gelaran tahunan Festival Arung Progo 2026 yang berlangsung meriah di Gerbang Samudera Raksa, Kapanewon Kalibawang, Minggu sore (30/8/2026). Penutupan ajang kejuaraan arung jeram bergengsi ini ditandai dengan penyerahan medali dan piala kepada Jenggolo Sidoarjo dari Kontingen Jawa Timur yang berhasil memboyong predikat sebagai Juara Umum.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak Kamis, 27 Agustus hingga Minggu, 30 Agustus 2026 ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Kehadiran ratusan atlet, official, serta juri dari berbagai daerah di Indonesia membuktikan bahwa bentang alam Sungai Progo dan kawasan sekitarnya menyimpan potensi dan daya tarik luar biasa untuk dikembangkan sebagai kawasan olahraga arus deras atau arung jeram sekaligus destinasi pariwisata minat khusus skala nasional maupun internasional.

Tak hanya sukses sebagai tuan rumah, kontingen tuan rumah melalui tim FAJI Kulon Progo juga berhasil mengukir deretan prestasi membanggakan pada kategori Regional Open Women. Capaian ini semakin mempertegas kualitas dan potensi atlet lokal dalam bersaing di tingkat regional maupun nasional, dengan rincian raihan sebagai berikut:
– Juara 1 – Regional Open Women (Sprint)
– Juara 3 – Regional Open Women (River Rescue)
– Juara 3 – Regional Open Women (Head to Head)
– Juara 3 – Regional Open Women (Downriver Race / DRR)
Ketua Pengurus Daerah Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) DIY, Ir. Agus Langgeng Basuki, dalam laporan penutupannya menyampaikan bahwa gelaran Arung Progo Festival ke-4 ini diikuti oleh kurang lebih 120 atlet yang terbagi dalam berbagai kategori lomba, mulai dari kayak dan Rafting (Sprint, Head-to-Head, dan Down River Race).
“Peserta yang terlibat berasal dari berbagai wilayah Indonesia. Dari Jawa Barat mengutus 4 kabupaten, dari Kalimantan Selatan dihadiri tim Kabupaten Tanah Bumbu, Jawa Timur diwakili Sidoarjo, serta perwakilan pengurus cabang FAJI se-DIY mulai dari Gunungkidul, Bantul, Sleman, hingga tuan rumah Kulon Progo,” papar Agus Langgeng.
Ia menekankan bahwa event ini tidak sekadar berfokus pada pilar prestasi olahraga semata, melainkan juga mengusung pilar keistimewaan lainnya seperti pemberdayaan ekonomi masyarakat, pariwisata, kelestarian lingkungan, dan kesiapsiagaan bencana.
“Dari total pembiayaan event, sekitar 45% di antaranya berdampak langsung pada perputaran ekonomi lokal masyarakat Kapanewon Kalibawang, khususnya Banjaroyo melalui penyediaan konsumsi UMKM dan operasional SDM lokal. Selain itu, kami juga terus menyelenggarakan nomor lomba simulasi penanganan kondisi darurat (rescue) bekerja sama dengan Basarnas dan SAR Daerah guna memperkuat kapasitas SDM dalam penanganan kecelakaan sungai,” jelas Agus.
Penyelenggaraan event ini mendapatkan dukungan penuh penganggaran dari Dana Keistimewaan DIY melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Paniradya Kaistimewan, KONI DIY, serta kolaborasi dari berbagai pihak dan sponsor swasta.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo, R. Agung Setyawan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, jajaran pengurus FAJI DIY dan FAJI Kulon Progo, para juri, serta masyarakat Kapanewon Kalibawang yang telah bergotong-royong menyukseskan event ini hingga berjalan tertib, aman, dan lancar.
“Kalian semua adalah atlet-atlet hebat yang membanggakan daerah masing-masing. Selamat kepada para pemenang, dan bagi yang belum meraih juara, jangan berkecil hati karena kalian semua pada dasarnya adalah juara. Kulon Progo merasa sangat terhormat dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Arung Progo Festival 2026,” tegas Agung Setyawan dalam sambutannya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kulon Progo untuk menjadikan Festival Arung Progo sebagai agenda tahunan tetap yang dapat menyedot wisatawan lokal, nasional, hingga mancanegara, mengingat Sungai Progo menyajikan karakter arus yang eksotis sekaligus menantang bagi para penikmat olahraga arung jeram.
“Masyarakat Kalibawang dan Kulon Progo sudah semestinya merasa bangga. Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo memastikan akan terus mendukung penuh penyelenggaraan event ini di tahun-tahun mendatang, serta siap mengawal penguatan kelembagaan FAJI Kulon Progo di bawah naungan KONI agar dapat berlaga secara optimal pada Pekan Olahraga Daerah (PORDA) DIY mendatang,” tambahnya penuh semangat.
Seluruh rangkaian acara ditutup secara resmi dengan pengumuman pemenang kejuaraan, penyematan medali, dan penyerahan piala Juara Umum Arung Progo Festival 2026 kepada Kontingen Jenggolo Sidoarjo yang tampil dominan di sepanjang pertandingan.
Source: media center


