
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Bupati Gunungkidul melakukan kunjungan kerja ke Padukuhan Rejosari, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Selasa, (12/5/2026) untuk meninjau hasil kegiatan gotong royong pembangunan drainase dan talud guna mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.
Lurah Kemadang, Sutono mengungkapkan Padukuhan Rejosari, yang sebelumnya bernama Ngalang-ngalang, merupakan salah satu wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak di Kalurahan Kemadang. Meskipun sektor ekonomi warga meningkat berkat sektor pariwisata dan perikanan, wilayah RT 01 Rejosari menghadapi kendala serius berupa banjir tahunan.
“Bahwa meskipun siklus banjir besar pada luweng (lubang bawah tanah) biasanya terjadi lima tahunan, area kompleks RT 01 hampir selalu tergenang setiap tahun.” ungkapnya.

Kondisi ini disebabkan oleh debit air yang masuk dan keluar tidak seimbang, atau dalam istilah lokal disebut kesereten. Sebagai solusi jangka panjang, warga mengharapkan adanya penanganan lebih lanjut pada luweng serta pembangunan embung atau soditan menuju pantai.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengalokasikan anggaran penanggulangan bencana melalui skema gotong royong. Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan bahwa kebijakan ini menyasar wilayah-wilayah yang rawan bencana, seperti lokasi yang sering mengalami banjir, tanah longsor, atau luweng yang tersumbat.
“Alhamdulillah, anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan talud dan drainase. Kami juga merencanakan pada bulan Juni mendatang akan segera menggarap sodetan di dekat SMK Kelautan untuk mengurangi dampak banjir di area sekolah tersebut,” ujar Bupati dalam arahannya.
Sementara itu, Terkait SMK Kelautan, Pemerintah Daerah juga sedang mempertimbangkan kebijakan relokasi bersama Pemerintah DIY agar fasilitas pendidikan tersebut tidak lagi menjadi langganan banjir.
Apresiasi untuk Warga
Di akhir kunjungannya, Bupati secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan harapan pembangunan drainase ini dapat menghindarkan Rejosari dari bencana banjir di masa mendatang. Pemerintah Kabupaten menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada warga Rejosari atas semangat gotong royong mereka dalam membangun infrastruktur desa.
“Gotong royong adalah sumbangan yang paling mahal karena tidak ternilai harganya, melibatkan tenaga, waktu, dan pikiran warga. Semoga warga Kemadang selalu diberikan keselamatan dan keberkahan,” pungkas Bupati.


