Baznas Salurkan Bantuan Iqra ke Sekolah, Percepat Pemberantasan Buta Huruf Alquran

Umbulharjo,REDAKSI17.COM-Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta bersama Pemerintah Kota Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pemberantasan buta huruf Al-Qur’an di lingkungan sekolah.

Berbagai program dilakukan untuk membantu para siswa agar memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus mendukung kegiatan pembelajaran keagamaan di sekolah.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penyaluran bantuan buku Iqra ke sejumlah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Yogyakarta.

Staf Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Yogyakarta, Muhammad Fuad, mengatakan sepanjang tahun 2026 hingga September, BAZNAS Kota Yogyakarta telah menyalurkan bantuan buku Iqra ke 39 sekolah yang berada di wilayah Kota Yogyakarta.

“Selama tahun 2026 sampai di bulan September ini, kami sudah menyalurkan bantuan buku Iqra di 39 sekolah di Kota Yogyakarta,” ujarnya saat ditemui Senin (21/9/2026).

Fuad mengungkapkan penyaluran bantuan buku Iqra tersebut merupakan bagian dari upaya BAZNAS Kota Yogyakarta untuk mendukung kegiatan pembelajaran Al-Qur’an di sekolah.

Dengan adanya ketersediaan buku Iqra, para siswa diharapkan lebih mudah mendapatkan bahan pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses belajar membaca Al-Qur’an.

“Program ini juga dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Salah satunya adalah Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Kolaborasi ini dilakukan agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih cepat dan menjangkau lebih banyak sekolah,” katanya.

Fuad menjelaskan, sinergi dengan berbagai pihak menjadi penting mengingat upaya meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an membutuhkan dukungan bersama.

“Tidak hanya dari lembaga pengelola zakat, tetapi juga dari sekolah, pemerintah, serta instansi terkait,” jelasnya.

Bantuan buku Iqra yang disalurkan diharapkan dapat mendukung kegiatan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) di sekolah.

“Selain menjadi sarana pembelajaran, bantuan tersebut juga diharapkan membantu siswa meningkatkan kemampuan dalam mengenali huruf hijaiyah, membaca rangkaian huruf, hingga secara bertahap mampu membaca Al-Qur’an,” bebernya.

Selain melalui penyaluran buku Iqra, lanjutnya, BAZNAS Kota Yogyakarta juga menjalankan program pembelajaran Al-Qur’an melalui Madrasah Al-Qur’an (MDA). Program tersebut menghadirkan ustaz dan ustazah untuk memberikan pendampingan secara langsung kepada para peserta didik.

“Program ini dilaksanakan secara rutin dua kali dalam satu minggu. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga memperoleh pendampingan dari tenaga pengajar yang membantu mereka dalam proses belajar secara bertahap,” katanya.

Cakupan program MDA juga tidak hanya berada di jenjang SMP Negeri. Kegiatan pembelajaran tersebut turut dilaksanakan di sejumlah jenjang pendidikan lainnya, yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Sekolah Dasar Negeri (SDN).

“Dengan cakupan ini, pembelajaran Al-Qur’an dilakukan sejak jenjang pendidikan dasar sehingga kemampuan membaca Al-Qur’an dapat dibangun secara bertahap sesuai dengan usia dan kemampuan masing-masing siswa,” ujarnya.

Dalam proses pembelajarannya, BAZNAS Kota Yogyakarta menggunakan dua metode yakni Iqra dan metode Al Barqy.

Dua metode ini dipilih karena dinilai relatif mudah digunakan untuk membantu para pemula dalam mengenal huruf dan bacaan Al-Qur’an.

“Penggunaan dua metode ini memungkinkan siswa belajar secara bertahap. Mereka dapat mulai dari pengenalan huruf hijaiyah dan bacaan dasar, kemudian meningkat sesuai dengan kemampuan masing-masing,” jelasnya.

Fuad menambahkan, keberadaan program MDA menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Yogyakarta untuk melengkapi dukungan yang diberikan melalui penyaluran buku Iqra. Dengan demikian, bantuan tidak hanya berupa sarana pembelajaran, tetapi juga disertai dengan kegiatan pendampingan dan pengajaran.

“Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an di kalangan pelajar di Kota Yogyakarta. Melalui kolaborasi antara BAZNAS, Pemerintah Kota Yogyakarta, Kementerian Agama, sekolah, serta para ustaz dan ustazah, pembelajaran Al-Qur’an diharapkan dapat berlangsung secara lebih terarah dan berkelanjutan,” harapnya.