Beranda / Nasional Dan Internasional /  Biaya Perang AS di Iran Tembus Rp 1,7 Kuadriliun

 Biaya Perang AS di Iran Tembus Rp 1,7 Kuadriliun

Orang-orang melakukan aksi untuk menentang perang AS-Israel dengan Iran, dan menentang konflik di Lebanon, Rabu, 8 April 2026, di New York. (AP/Ryan Murphy)

 

Washington,REDAKSI17.COM – Biaya operasi militer Amerika Serikat di Iran dilaporkan telah melampaui US$ 100 miliar atau sekitar Rp 1,7 kuadriliun. Angka tersebut terungkap dalam data terbaru yang dirilis platform pemantau pengeluaran perang Iran War Cost Tracker, seperti dilansir Sputnik.

Meski gencatan senjata telah diumumkan, pengeluaran militer Amerika Serikat terus bertambah karena berbagai kebutuhan operasional di kawasan Timur Tengah masih berlangsung.

Data Iran War Cost Tracker menghitung jumlah biaya berdasarkan pengeluaran untuk personel militer, pengerahan kapal perang, dukungan logistik, hingga berbagai kebutuhan operasional lainnya yang terkait dengan konflik Iran.

Metode perhitungan yang digunakan mengacu pada laporan Pentagon kepada Kongres Amerika Serikat. Dalam laporan tersebut disebutkan 6 hari pertama operasi militer menghabiskan dana sekitar US$ 11,3 miliar.

Setelah periode awal operasi, biaya harian diperkirakan mencapai sekitar US$ 1 miliar atau setara Rp 17,6 triliun per hari. Pada akhir April, Departemen Perang Amerika Serikat sempat memperkirakan jumlah biaya operasi berada pada angka US$ 25 miliar.

Namun, dalam revisi terbaru, estimasi tersebut meningkat menjadi US$ 29 miliar sebelum akhirnya terus bertambah hingga melampaui US$ 100 miliar.

Konflik memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut menyasar berbagai lokasi strategis, termasuk di Teheran, dan dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa di kalangan warga sipil.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah. Pada 7 April 2026, Washington dan Teheran mengumumkan kesepakatan gencatan senjata guna menghentikan eskalasi konflik yang terus meningkat.

Meski demikian, upaya diplomasi lanjutan belum menunjukkan hasil signifikan. Perundingan yang digelar di Islamabad setelah gencatan senjata berakhir tanpa menghasilkan terobosan berarti menuju kesepakatan damai permanen.

Kondisi tersebut membuat Amerika Serikat tetap mempertahankan sebagian besar kehadiran militernya di kawasan, yang pada akhirnya terus mendorong naiknya biaya operasional perang.

Dengan jumlah pengeluaran yang kini telah menembus US$ 100 miliar, konflik Iran menjadi salah satu operasi militer paling mahal yang dijalankan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *