Yogyakarta,REDAKSI17.COM– Hubungan panjang yang terjalin antara Gerakan Pramuka Indonesia dan Persekutuan Pengakap Malaysia kembali mendapat penanda penting. Ketua Kwarda DIY GKR Mangkubumi, menerima Bintang Semangat Rimba Emas (BSR-E) sebagai apresiasi atas kontribusinya mempererat hubungan kepanduan di kawasan Asia Tenggara.
Penghargaan diserahkan dalam Istiadat Penganugerahan Bintang, Pingat dan Sijil Pengakap Raja Persekutuan Pengakap Malaysia Negeri Perak yang dipimpin Sultan Perak, Sultan Nazrin Muizzuddin Shah, Sabtu (25/07) di Dewan Bankuet, Bangunan Perak Darul Ridzuan, Ipoh. Pada kesempatan itu, Sultan Nazrin juga menganugerahkan penghargaan kepada 239 anggota dan tokoh kepanduan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan, kedisiplinan, serta pengabdian mereka dalam gerakan kepanduan.
BSR-E merupakan salah satu penghargaan kehormatan Persekutuan Pengakap Malaysia yang diberikan kepada tokoh yang dinilai memiliki jasa dan kontribusi besar dalam pengembangan gerakan kepanduan. Bagi penerima dari luar Malaysia, penghargaan tersebut dianugerahkan dalam kategori kehormatan (Honorary).
GKR Mangkubumi mengatakan anugerah tersebut bukan hanya menjadi kehormatan bagi dirinya. Penghargaan ini mencerminkan eratnya persahabatan yang telah lama terjalin antara Gerakan Pramuka Indonesia dan Persekutuan Pengakap Malaysia.
“Saya bersyukur dan merasa terhormat menerima anugerah ini. Bagi saya, penghargaan ini bukan hanya untuk pribadi, tetapi juga merupakan bentuk apresiasi terhadap persahabatan dan kerja sama yang telah lama terjalin antara Gerakan Pramuka Indonesia dan Persekutuan Pengakap Malaysia,” kata GKR Mangkubumi.
Menurut GKR Mangkubumi, hubungan Yogyakarta dan Malaysia selama ini berkembang di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kebudayaan, hingga pariwisata. Gerakan kepanduan menjadi salah satu ruang strategis untuk memperkuat hubungan tersebut melalui pendidikan karakter, pertukaran pengalaman, dan pembinaan kepemimpinan generasi muda.
“Saya berharap hubungan antara Gerakan Pramuka Indonesia dan Persekutuan Pengakap Malaysia semakin erat. Semakin banyak generasi muda yang saling belajar dan bertukar pengalaman, semakin kuat pula persahabatan kedua bangsa dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang berkarakter,” ujar GKR Mangkubumi.
Selain menjadi ajang pemberian penghargaan, istiadat tersebut juga menjadi momentum bagi Persekutuan Pengakap Malaysia menegaskan arah pengembangan organisasinya. Dalam kesempatan itu, Ketua Pengakap Negara Malaysia, Mayor Jenderal Profesor Datuk Mohd Zin Bidin, mengatakan organisasinya kini memasuki fase transformasi baru agar tetap relevan, progresif, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
Menurut Mohd Zin, posisi Malaysia dalam gerakan kepanduan dunia semakin kuat setelah Kuala Lumpur menjadi kantor pusat Biro Pengakap Sedunia. “Kedudukan negara di pentas dunia turut diperkukuh apabila Kuala Lumpur menjadi ibu pejabat Biro Pengakap Sedunia. Ini meletakkan Malaysia di tengah-tengah jaringan kepengakapan global,” katanya.
Keberadaan kantor pusat tersebut, lanjut Mohd Zin, membuka peluang yang lebih luas bagi pertukaran keahlian, berbagi praktik terbaik, serta mempererat kerja sama dengan organisasi kepanduan dari berbagai negara. “Sekaligus membuka ruang kepada pertukaran kepakaran, perkongsian amalan terbaik dan kerjasama yang luas dengan keluarga Pengakap dunia.”
Mohd Zin menambahkan, penjenamaan semula organisasi, termasuk penggunaan logo dan pakaian seragam baharu, bukan sekadar perubahan imej. Namun, mencerminkan kesiapsiagaan Persekutuan Pengakap Malaysia dalam membawa aspirasi dan hala tuju baharu.
Ia juga menyebut tahun 2026 menjadi tonggak penting bagi Persekutuan Pengakap Malaysia Negeri Perak yang genap berusia satu abad. Momentum tersebut, menurutnya, menjadi pengingat atas satu abad pengabdian gerakan kepanduan sekaligus memperkuat komitmen untuk terus membina generasi muda dan melayani masyarakat.
Humas Pemda DIY





