Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi pengingat bahwa pembangunan harus menghadirkan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Kemajuan yang dicapai pemerintah tidak boleh meninggalkan kelompok rentan maupun masyarakat yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI dalam amanat peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026. Pidato dibacakan Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti, saat memimpin upacara di Lapangan Kepatihan, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (01/06).
Bertema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menegaskan bahwa nilai keadilan sosial harus menjadi landasan dalam setiap kebijakan publik. Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, memiliki tanggung jawab memastikan pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.
Perhatian terhadap kelompok masyarakat yang paling membutuhkan juga menjadi bagian penting dari implementasi nilai-nilai Pancasila. Karena itu, kebijakan publik diharapkan tidak hanya berorientasi pada capaian program, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
“Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan,” demikian kutipan pidato yang dibacakan Ni Made.
Pancasila tidak boleh dipahami sebatas simbol atau slogan kebangsaan. Ni Made menyebut, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus hadir dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, hingga pelaksanaan pembangunan di berbagai daerah.
Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan ekonomi dan perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan arah moral yang kuat. Pembangunan yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial diyakini menjadi kunci untuk menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman.
“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” ujarnya.
Upacara Hari Lahir Pancasila ini berlangsung khidmat dan diikuti oleh ASN di lingkungan Kompleks Kepatihan. jajaran aparatur sipil negara, unsur TNI dan Polri, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat. Melalui peringatan tersebut, semangat untuk menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh rakyat kembali diteguhkan.
Humas Pemda DIY





