Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, memberikan arahan langsung kegiatan Koordinasi dan Pembinaan Kepegawaian di Kapanewon Saptosari, Senin (3/8/2026) Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkompimkap, kepala instansi lintas sektor, Lurah se-Kapanewon Saptosari, serta para pamong kalurahan dan staf Kapanewon.

Dalam sambutannya, Panewu Saptosari, Eka Prayitno, melaporkan kondisi sumber daya manusia di wilayahnya. Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat lima jabatan struktural yang kosong di Kapanewon Saptosari, termasuk posisi di subbagian umum, perencanaan keuangan, jawatan kemakmuran, projo, dan pelayanan umum, kekosongan ini diharapkan dapat segera terisi agar tugas operasional dapat berjalan lebih definitif dan maksimal.
Selain masalah personel, Panewu juga melaporkan kondisi infrastruktur gedung Kapanewon yang dibangun pada 2016. Meski secara umum masih kokoh, beberapa bagian plafon dilaporkan rontok, dan atap baja ringan mulai menunjukkan tanda-tanda korosi, sehingga memerlukan penilaian kelayakan dari dinas terkait.
“Terkait pemerintahan desa, dilaporkan bahwa lima dari tujuh kelurahan di Saptosari akan melaksanakan pemilihan lurah pada tahun 2026, yang saat ini tahapannya telah memasuki proses pendaftaran.” ujar Panewu Saptosari.

Bupati Endah dalam arahannya menekankan pentingnya transformasi tata kelola pelayanan publik melalui semangat “Melayani dan Ngayomi”. Ia mengingatkan para aparatur pemerintah untuk menjadi ujung tombak sekaligus wajah pemerintah di tengah masyarakat. Bupati mengajak seluruh pegawai untuk menghidupkan budaya “Satriya” (Selaras, Akal budi luhur-teladan, Rela melayani, Inovatif, Yakin percaya diri, dan Ahli profesional) sesuai amanat Gubernur.
“Menjadi pamong dan abdi negara adalah panggilan sejarah. Pelayanan publik yang prima tidak jatuh begitu saja dari langit, melainkan hasil keringat dan dedikasi kita semua,” tegas Bupati.
Hal krusial lainnya yang disampaikan Bupati adalah pesan dari Densus 88 mengenai ancaman radikalisme yang mulai menyasar kalangan pelajar, termasuk di wilayah Gunungkidul. Bupati mengungkapkan adanya indikasi kelompok tertentu yang melakukan gerakan secara senyap (silent operation) melalui grup media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Bupati meminta para Lurah dan lintas sektor untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pendatang baru di wilayah masing-masing, dan memperkuat toleransi antarumat beragama dan peran FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama).
Menutup arahannya, Bupati mengingatkan bahwa kedisiplinan dan komitmen pengabdian harus menjadi fondasi utama bagi setiap abdi masyarakat. Bupati menekankan agar setiap aparatur dapat memisahkan persoalan pribadi dengan tanggung jawab pekerjaan demi memberikan pelayanan yang penuh empati kepada masyarakat.


