
Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta menegaskan layanan kegawatdaruratan tetap menjadi prioritas utama dan tidak mengalami pengurangan maupun pembatasan. Kebijakan seleksi terhadap sejumlah laporan masyarakat dilakukan hanya pada layanan non-emergensi yang tidak berkaitan dengan keselamatan jiwa.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta, Taokhid saat melakukan jumpa pers di Kantor Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta. Pihaknya menjelaskan munculnya berbagai tanggapan di media sosial terkait filterisasi atau pembatasan layanan perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
“Untuk layanan yang sifatnya emergensi, baik kebakaran maupun non-kebakaran yang berkaitan dengan keselamatan jiwa, tidak ada pengurangan, tidak ada pembatasan, dan tidak ada penolakan. Kami tetap siap siaga 24 jam,” tegasnya.
Taokhid membeberkan bahwa tugas utama Damkarmat adalah menangani kebakaran, evakuasi, dan penyelamatan yang berkaitan dengan keselamatan manusia maupun hewan. Layanan tersebut mencakup penanganan kebakaran, evakuasi ular, biawak, sarang tawon yang membahayakan, hingga penyelamatan hewan yang terjebak dalam kondisi darurat.
Namun demikian, dalam perkembangannya masyarakat kerap mengajukan permintaan layanan yang sebenarnya tidak termasuk tugas pokok Damkarmat. Beberapa di antaranya seperti persoalan rumah tangga, permintaan bantuan yang dapat dilakukan secara mandiri, hingga layanan-layanan yang tidak berkaitan dengan kondisi darurat.
“Yang kami lakukan bukan menolak, tetapi memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat. Kami lebih selektif untuk laporan yang memang tidak membahayakan keselamatan jiwa dan bukan menjadi kewenangan kami,” ujarnya.
Taokhid menjelaskan kebijakan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya biaya operasional, khususnya akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamina Dex yang sempat mencapai lebih dari Rp27 ribu per liter. Kenaikan tersebut berdampak signifikan terhadap kebutuhan operasional armada Damkarmat.
Berdasarkan hasil perhitungan, anggaran BBM yang tersedia pada APBD murni hanya diperkirakan mencukupi hingga akhir Agustus atau awal September apabila menggunakan asumsi harga BBM saat itu. Karena itu, pihaknya melakukan penyesuaian agar layanan darurat tetap terjamin hingga akhir tahun.
“Kami harus memastikan layanan kedaruratan tetap aman. Karena itu ada beberapa layanan non-emergensi yang kami kurangi atau seleksi agar operasional utama tetap berjalan optimal,” katanya.
Untuk mengantisipasi kekurangan anggaran operasional, Damkarmat telah mengajukan tambahan anggaran melalui perubahan APBD. Jika nantinya harga BBM terus menurun dan terdapat sisa anggaran, dana tersebut akan dikembalikan sesuai ketentuan.
“Kalau memang ada sisa karena harga BBM turun, ya kita kembalikan. Kami lebih memilih serapan anggaran tidak maksimal daripada tidak mampu menjamin pelayanan darurat kepada masyarakat,” imbuhnya.
Selain penyesuaian pada penggunaan BBM, Damkarmat juga melakukan prioritas ulang terhadap belanja pemeliharaan kendaraan dan peralatan. Saat ini Damkarmat Kota Yogyakarta memiliki delapan unit mobil pemadam kebakaran dan dua kendaraan khusus evakuasi dan penyelamatan. Sebagian besar armada tersebut telah berusia lebih dari 10 tahun sehingga membutuhkan biaya perawatan yang cukup besar.
Meski demikian, Taokhid memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitas layanan Damkarmat Kota Yogyakarta. Pihaknya tetap berkomitmen memberikan pelayanan cepat dan profesional untuk setiap kondisi darurat, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan TNI, Polri, BPBD, relawan pemadam kebakaran, dan berbagai pihak lainnya.
“Kami ingin masyarakat memahami tugas pokok dan fungsi Damkar. Jika masih bisa ditangani secara mandiri atau oleh relawan di wilayah, tentu itu lebih baik. Namun untuk kondisi darurat yang mengancam keselamatan jiwa, kami siap hadir dan memberikan pelayanan terbaik,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Operasional Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Damkarmat Kota Yogyakarta, Mahargyo, mengatakan setiap laporan masyarakat tetap ditindaklanjuti dengan respons dan penjelasan yang memadai.
“Yang utama adalah bagaimana kami merespons laporan masyarakat dengan baik dan memberikan kejelasan tindak lanjutnya. Jika memang bukan kondisi darurat, kami berikan edukasi dan penjelasan,” ujarnya.
Ia mencontohkan laporan sarang tawon yang berada di pohon luar rumah dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Dalam kondisi seperti itu, petugas akan memberikan edukasi karena tidak termasuk kategori yang membutuhkan evakuasi segera.