Home / Daerah / DIY Jadi Titik Singgah IWFP 2026, Diharapkan Perkuat Moderasi Beragama

DIY Jadi Titik Singgah IWFP 2026, Diharapkan Perkuat Moderasi Beragama

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Indonesian Walk for Peace (IWFP), tradisi perjalanan spiritual jalan kaki para bhante (biksu) yang menempuh ribuan kilometer untuk menyebarkan pesan kedamaian, hadir berbeda pada tahun 2026. Pasalnya, Daerah Istimewa Yogyakarta turut menjadi salah satu rute yang dilalui para biksu sebagai titik pemberhentian, mencerminkan DIY sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi, serta mampu menaungi keberagaman masyarakat dengan berbagai kepercayaan dan ciri khasnya masing-masing.

Kepastian tersebut diperoleh dari silaturahmi dan audiensi Panitia IWFP 2026 bersama Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam di Gedong Pareanom, Senin (20/04). Menyambut positif hal tersebut, Sri Paduka menegaskan bahwa IWFP merupakan tradisi yang patut dihargai serta dimaknai secara mendalam. Kehadiran IWFP 2026 diharapkan dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat kehidupan yang damai antarumat beragama di DIY.

“Tentu IWFP ini sejalan dengan cita-cita Pemda DIY dalam membangun moderasi kehidupan beragama, yakni saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Sejak awal, nilai-nilai tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat DIY. Saya menyambut positif pelaksanaan IWFP ini dan berharap semangat moderasi terus digelorakan,” jelas Sri Paduka dalam pertemuan tersebut.

Sri Paduka menambahkan, DIY telah lama menjadi rumah bagi keberagaman agama. Namun demikian, masih terdapat distraksi maupun provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang berpotensi memecah belah serta menghambat terwujudnya kerukunan antarumat beragama. Kehadiran para biksu di DIY diharapkan dapat semakin menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya moderasi beragama, serta memperkuat komitmen dalam menjaga kerukunan sebagai sesama warga masyarakat.

Ditemui usai pertemuan, Ketua Panitia IWFP 2026 Wilayah DIY, Tandean Harry Setio Subagio mengungkapkan, pemberhentian di DIY menjadi yang pertama kali sepanjang tradisi ini berlangsung. “Baru pertama kali, justru ini sangat spesial bagi DIY sebagai kota city of tolerance, dan moderasinya sangat luas sekali untuk membangun satu sinergi antar masyarakat,” tegasnya.

Harry mengungkapkan, tradisi yang telah berlangsung lama ini memberikan dampak yang luar biasa, baik dari sisi keagamaan maupun kehidupan sosial masyarakat hingga pariwisata. Ia pun berharap DIY dapat terus menjadi salah satu titik pemberhentian para biksu dalam perjalanan mereka.

“Kita berharap ini tidak hanya sekali saja di DIY, siapa tahu bisa berkali-kali, sehingga menjadi satu tradisi yang cukup mengenalkan Jogja secara lokal maupun internasional,” tutup Ketua IWFP tersebut.

Senada, Kepala Kantor Kementerian Agama DIY, Ahmad Bajiej menyambut baik kehadiran Walk for Peace 2026 di DIY. Ia menyampaikan bahwa Kanwil Kemenag DIY akan turut menyambut sekaligus mendampingi kedatangan 51 biksu selama berada di DIY, hingga proses pelepasan rombongan di wilayah Muntilan, Magelang.

“Kami dari Kanwil Kemenag DIY mendampingi panitia, sekaligus memberikan rekomendasi bahwa kami siap mendukung berbagai agenda yang berlangsung di sini, baik bersama Gubernur, Wakil Gubernur, maupun dalam pendampingan rombongan 51 biksu,” ujar Ahmad Bajiej.

Ahmad berharap, tradisi Walk for Peace yang melintasi empat negara dan turut melibatkan DIY pada tahun 2026 ini dapat mencapai tujuan utamanya, yakni membawa pesan kedamaian, terutama bagi masyarakat DIY. “Maka kami berterima kasih, Yogyakarta sebagai City of Tolerance ini dipilih. Harapan ke depan bahwa Daerah istimewa Yogyakarta dapat menjadi daerah yang benar-benar damai untuk semua agama, untuk semua umat, untuk semua suku dan dari Yogyakarta untuk Indonesia,” pungkasnya.

Perjalanan Walk for Peace 2026 akan dimulai dari Brahmavihara Arama pada 7 Mei 2026. Para biksu nantinya berjalan kaki melintasi pulau, membawa pesan kedamaian yang dirangkai dari Bali, Jawa Timur, hingga Yogyakarta. Perjalanan ini akan mencapai puncaknya di Candi Borobudur, bertepatan dengan peringatan Tri Suci Waisak 2570 BE pada 31 Mei 2026.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *