Ilustrasi Emas / Foto: Scottsdale Mint/Unsplash
Jakarta,REDAKSI17.COM – Pelemahan harga emas terus berlanjut. Kondisi itu dipicu oleh ketegangan konflik geopolitik di Timur Tengah sehingga membuat investor lebih melirik dolar Amerika Serikat (AS) yang mengalami penguatan.
Pelemahan harga emas membuat komoditas emas dan perhiasan mengalami deflasi 3,76% pada April 2026. Kondisi itu terjadi setelah adanya tren kenaikan harga emas hingga mengalami inflasi 30 bulan berturut-turut pada komoditas tersebut.
“Pada April 2026 emas perhiasan mengalami deflasi yang cukup tinggi yaitu 3,76% dengan andil deflasinya 0,09%,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).
Deflasi komoditas emas dan perhiasan terjadi sejak Maret 2026. Pada April 2026, deflasinya lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 1,17%.
“Lebih dalam jika dibandingkan pada Maret 2026. Sebelumnya emas perhiasan mengalami inflasi selama 30 bulan berturut-turut sejak September 2023 sampai Februari 2026,” jelas Ateng.
Komoditas emas dan perhiasan memberikan andil deflasi terdalam pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Tercatat kelompok itu mengalami deflasi 0,99% dengan andil deflasi 0,07%.
“Tingkat deflasi kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya merupakan yang terdalam sejak Januari 2020,” ungkap Ateng.
Harga Emas Turun Terus
Harga emas Antam dalam tren menurun. Hari ini harga emas Antam 24 karat turun Rp 1.000 per gram menjadi Rp 2.795.000 per gram.
Jika ditarik dalam sepekan terakhir, harga emas Antam turun dengan rentang Rp 2.809.000 – Rp 2.795.000 per gram. Dalam sebulan terakhir harga emas Antam juga turun dengan rentang Rp 2.857.000 – Rp 2.795.000 per gram.
Sementara itu, buyback harga emas juga turun Rp 1.000 per gram menjadi Rp 2.585.000 per gram. Harga buyback adalah jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.





