Beranda / Nasional Dan Internasional / Forkopimda se- Jawa Bali Berkumpul di Yogyakarta

Forkopimda se- Jawa Bali Berkumpul di Yogyakarta

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Yogyakarta kembali menjadi pusat perhatian nasional. Pada Kamis (4/6/2026), para kepala daerah dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Jawa Bali berkumpul dalam agenda penting yang digelar di Kompleks Kepatihan Yogyakarta.

Pertemuan yang berlangsung di Gedung Pracimasana tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, mulai dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, hingga Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI.

Tak hanya itu, sejumlah gubernur dari wilayah Jawa dan Bali juga hadir, termasuk Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Wakil Gubernur DIY Paku Alam X, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Gubernur Bali I Wayan Koster.

Di tengah berbagai tantangan yang berkembang di masyarakat, mulai dari isu pembangunan, perumahan, data statistik, hingga derasnya arus informasi di era digital, pemerintah pusat menekankan satu hal yang dinilai sangat penting: kekompakan dan konsolidasi daerah.

Usai pertemuan, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengungkapkan bahwa arahan yang diberikan pemerintah pusat lebih banyak membahas persoalan strategis atau makro, bukan pembahasan teknis yang terlalu rinci.

Menurut Sultan, pemerintah pusat meminta seluruh Forkopimda di daerah agar semakin solid dalam menghadapi berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat.

Salah satu perhatian utama adalah kemampuan daerah dalam mengidentifikasi berbagai informasi yang beredar, termasuk membedakan mana informasi yang benar, mana yang hoaks, serta memahami konteks di balik isu-isu yang berkembang.

Selain itu, berbagai persoalan pembangunan juga menjadi bagian dari identifikasi bersama, mulai dari sektor perumahan, data kependudukan dan statistik, hingga persoalan kewilayahan yang terus berkembang di masing-masing daerah.

Menariknya, pemerintah pusat secara khusus menginginkan agenda konsolidasi ini dilaksanakan di kantor pemerintahan, bukan di hotel atau tempat pertemuan komersial. Karena itu, Kompleks Kepatihan dipilih menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan di Yogyakarta.

Sri Sultan menjelaskan bahwa model konsolidasi dilakukan berdasarkan kawasan karena setiap wilayah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Setelah Jawa-Bali, agenda serupa direncanakan akan dilaksanakan di kawasan lain seperti Sumatera maupun Papua.

Melalui forum ini, pemerintah pusat berharap sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur Forkopimda semakin kuat sehingga berbagai persoalan yang muncul di masyarakat dapat diantisipasi lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Pertemuan ini sekaligus menunjukkan bahwa di tengah derasnya perubahan zaman, komunikasi dan kekompakan antarlembaga masih menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga stabilitas daerah serta mendukung keberhasilan pembangunan di berbagai sektor.

Kini publik menanti bagaimana hasil konsolidasi tersebut diterjemahkan menjadi langkah nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah masing-masing.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *