KRATON,REDAKSI17.COM – Masyarakat Kampung Taman, Patehan kembali menyelengarakan  gelar potensi seni dan UMKM Gebyar Bhinneka di sepanjang Jalan Nogosari pada 24-25 Juli 2026. Pemerintah Kota Yogyakarta mengapresiasi kegiatan itu dapat diadakan rutin setiap tahun. Masyarakat diharapkan untuk membeli produk UMKM lingkungan tetangga sehingga ekonomi sekitar bisa tumbuh.
Saat meninjau stan Gebyar Bhinneka itu Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo membeli berbagai produk UMKM masyarakat Kampung Taman. Ada kuliner seperti gorengan,  mochi, es dan minuman serta kain batik. Hasto juga membagikan jajanan kuliner tersebut kepada masyarakat.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo meninjau Bazar umkm dalam Gebyar Bhinneka Kampung Taman, Patehan.

Hasto mengapresiasi  dan mendukung Gebyar Bhinneka  yang selalu diadakan masyarakat Kampung Taman setiap tahun. Menurutnya itu menunjukan semangat masyarakat  menggerakan  UMKM dan  potensi yang dimiliki . Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk melarisi produk UMKM sekitar agar ekonomi tumbuh di lingkungan tersebut.
“Jadi, ternyata UMKM itu diminati oleh warga sekitar juga. Buktinya anak-anak, ibu-ibu rumah tangga juga menjadi pembeli yang baik. Daripada belanja produk-produk asing ya, lebih baik produk tetangga. Ini kan bentuk dari bela beli produk sendiri. Saya sangat senang dan mendukung,” kata Hasto ditemui saat meninjau stan UMKM Gebyar Bhinneka, Kamis sore  (24/7/2026).

Hasto membeli gorengan dan membagikan kepada masyarakat.

Sementara Staf AhIi Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Yogyakarta Patricia Heny Dian Anitasari menyatakan tema Gebyar Bhinneka tahun ini Kukuh Bakoh lahir dari kebersamaan untuk menjaga persatuan, melestarikan budaya, dan mengembangkan potensi ekonomi warga. Apalagi Kampung Taman juga dikenal sebagai Kampung Cyber, yang sudah dikunjungi banya tokoh-tokoh dunia antara lain Mark Zuckerberg, Raja Willem-Alexander dari Belanda xan Michelle Obama. Banyak UMKM yang tumbuh di wilayah yang masuk kawasan sumbu filosofi Yogyakarta.
“Saya mengajak masyarakat yang hadir untuk ikut mendukung UMKM Kampung Taman. Mari membeli produk warga, menikmati kuliner yang tersedia, mengenalkan produknya melalui media sosial, serta memberikan masukan agar kualitas produk semakin baik. Harapannya Gebyar Bhinneka menjadi ruang perjumpaan yang mempererat persaudaraan, melahirkan kreativitas barun dan memperkuat UMKM,” terang Heny   dalam sambutan pembukaan Gebyar Bhinneka.

Hasto didampingi Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Yogyakarta, Patricia Heny, Mantri Pamong Praja Kemantren Kraton Sumargandi menari, bernyani dan bertepuk tangan

Sedangkan Ketua Panitia Gebyar Bhineka, Antonius Edy Purwanto menjelaskan Gebyar Bhineka mengusung satu tema besar, yaitu Kukuh Bakoh yang bermakna kuat, kokoh, tangguh, dan tidak mudah goyah. Hal itu bukan sekadar semboyan, tapi  cerminan semangat warga, ketangguhan fisik dan mental kita bersama untuk tidak menyerah dan terus melangkah maju. Gebyar Bhinneka menampilikan bazar UMMK, pentas potensi seni seperti tari dan musik. Kegiatan  Gebyar Bhinneka tahun ini memasuki tyang ke-5.
“Melalui panggung Gebyar Bhineka kita punya dua misi utama yaitu  mengangkat, merawat, dan merayakan kehebatannya kesenian serta kebudayaan y wilayah Taman Patehan. Acara ini juga panggung kebangkitan ekonomi dengan  hadirnya UMKM-UMKM masyarakat. Mari kita ramaikan, mari kita lariskan, dan mari kita bangga dengan produk tetangga kita sendiri,” Jelas Antonius.

Penampilan musik orkestra biola anak-anak memeriahkan Gebyar Bhinneka.

Salah satu warga yang berjualan di Gebyar Bhinneka Kampung Taman, Mustika Mulya Prasmawati menyambut baik kegiatan itu diadakan setiap tahun karena dia bisa mempromosikan produknya berupa kain dan fesyen batik. Apalagi pada tahun ini salah satu produknya kain batik dibeli Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo.
“Saya terima kasih sekali kepada Pak Hasto yang sudah membeli batik saya. Ibaratnya apresiasi dari UMKM. Saya ikut booth Tim Penggerak PKKa. Bagus kegiatan in membantu UMKM. Harapannya selaku produsen itu bisa menampilkan new arrival dari produk saya,” ucap Lia.